Ingin dapat penawaran khusus untuk Anda? Konsultasi sekarang!

Tawaf Qudum, Ini Tata Cara Tawaf Saat Masuk Makkah

22 July 2026 ditinjau oleh Tim Khidmat jejak imani

article-thumbnail

Bagi jamaah haji yang baru tiba di Kota Makkah, ada satu amalan sunnah yang biasa dilakukan sebagai bentuk penghormatan kepada Baitullah, yaitu tawaf qudum. Amalan ini menjadi semacam "salam pembuka" bagi jamaah sebelum menjalankan rangkaian ibadah haji lainnya. Meski hukum tawaf qudum sunnah dan bukan rukun haji, tawaf qudum tetap dianjurkan karena mengandung nilai ibadah yang besar.

Apa Itu Tawaf Qudum?

Tawaf qudum secara bahasa berarti "tawaf kedatangan". Ini merujuk pada tawaf yang dilakukan oleh jamaah haji sesaat setelah tiba di Makkah, sebagai bentuk penyambutan diri terhadap Ka'bah. Tawaf qudum juga dikenal dengan istilah tawaf tahiyyatul masjid, karena fungsinya mirip dengan sholat sunnah tahiyyatul masjid yang dilakukan saat memasuki masjid.

Tawaf qudum hukumnya sunnah muakkad, khususnya bagi jamaah haji yang berihram dengan niat haji ifrad atau qiran. Jamaah yang melaksanakan haji tamattu' umumnya tidak melakukan tawaf qudum secara terpisah, karena tawaf yang mereka lakukan setibanya di Makkah sudah termasuk dalam rangkaian tawaf umroh.

Kapan Tawaf Qudum Dilaksanakan?

Tawaf qudum dilaksanakan segera setelah jamaah tiba di Makkah, sebelum berangkat menuju Arafah, Muzdalifah dan Mina untuk menjalankan puncak ibadah haji. Waktu pelaksanaan tawaf qudum cukup fleksibel, bisa dilakukan pada hari kedatangan atau beberapa hari sebelum tanggal 8 Dzulhijjah (hari keberangkatan ke Mina untuk pelaksanaan tarwiyah bagi yang melaksanakan).

Karena sifatnya sunnah, jamaah dengan alasan tertentu tidak sempat melaksanakannya (misalnya karena kondisi fisik yang lelah setelah perjalanan jauh), tidak dikenai dam atau denda. Tawaf ini hanya berlaku sekali, yakni pada kedatangan pertama ke Makkah untuk musim haji tersebut.

Cara Tawaf Qudum

Tata cara tawaf qudum pada dasarnya sama dengan tawaf pada umumnya, yaitu:

1. Suci dari hadas

Jamaah dianjurkan berwudhu terlebih dahulu sebelum memulai tawaf.

2. Mulai dari Hajar Aswad

Tawaf dimulai sejajar dengan sudut Hajar Aswad. Jika memungkinkan, disunnahkan mencium atau menyentuh hajar aswadnya. Jika tifak memungkinkan, maka cukup memberi isyarat dari kejauhan.

3. Mengelilingi Ka'bah tujuh kali putaran

Posisi Ka'bah selalu berada di sebelah kiri tubuh jamaah.

4. Idtiba' bagi laki-laki

Disunnahkan menyelempangkan kain ihram sehingga bahu kanan terbuka selama tawaf.

5. Ramal (lari lari kecil) pada tiga putaran pertama.

Khusus bagi jamaah laki-laki, pada tiga putaran awal tawaf disunnahkan berjalan agak cepat dengan langkah kecil atau disebut juga raml. Kemudian berjalan biasa pada empat putaran berikutnya.

6. Ditutup dengan sholat sunnah dua rakaat

Setelah tujuh putaran tawaf selesai, disunnahkan melaksanakan sholat dua rakaat di dekat Maqam Ibrahim, atau di tempat lain di area Masjidil Haram jika tempat tersebut penuh.

Setelah tawaf qudum, jamaah haji ifrad atau qiran tidak perlu melakukan sa'i saat itu juga, kecuali ingin menggabungkannya dengan sa'i haji sekaligus agar tidak perlu mengulang sa'i setelah wukuf di Arafah.

Apakah Umroh Ada Tawaf Qudum?

Dalam ibadah umroh, tidak dikenal istilah tawaf qudum secara khusus. Hal ini karena tawaf yang dilakukan jamaah umroh begitu tiba di Makkah adalah tawaf umroh itu sendiri, yang merupakan rukun umroh, bukan sekadar tawaf sunnah penyambutan. Dengan kata lain, tawaf pertama yang dilakukan jamaah umroh sudah berfungsi ganda, yaitu sebagai tawaf rukun sekaligus "penyambutan" terhadap Baitullah.

Istilah tawaf qudum sendiri lebih spesifik digunakan dalam konteks ibadah haji, terutama bagi jamaah yang berihram haji ifrad atau qiran, di mana tawaf rukun haji (tawaf ifadah) baru dilaksanakan setelah wukuf di Arafah. Karena jeda waktu itulah, tawaf qudum hadir sebagai bentuk penghormatan awal kepada Ka'bah.

Kesimpulan

Tawaf qudum merupakan tawaf sunnah yang dilakukan jamaah haji sebagai bentuk penyambutan saat pertama kali tiba di Makkah, dengan tata cara yang serupa dengan tawaf pada umumnya, termasuk idtiba' dan ramal bagi jamaah laki-laki.

Amalan sunnah tawaf qudum ini berlaku bagi jamaah haji ifrad dan qiran, sementara jamaah umroh tidak mengenal istilah ini karena tawaf pertama mereka sudah termasuk tawaf rukun umroh. Meski hukumnya sunnah, melaksanakan tawaf qudum dengan khusyuk dapat menjadi awal yang baik untuk menyambut rangkaian ibadah haji yang penuh makna.

Bagi yang ingin melakukan perjalanan ibadah ke Tanah Suci, Anda dapat mempercayakan perjalanan ibadah haji dan umroh bersama jejak imani.

jejak imani adalah travel haji dan umroh sejak tahun 2012 dengan nama PT JEJAK IMANI BERKAH BERSAMA yang sudah berizin resmi sebagai Penyelenggara Perjalanan Ibadah Umrah (PPIU) dan Penyelenggara Ibadah Haji Khusus (PIHK). Anda juga bisa menanyakanan dan konsultasi dengan tim jejak imani terkait kebutuhan selama ibadah umroh di Tanah Suci.

Dilihat 77 kali