Adakah Doa atau Bacaan Saat Tawaf?
22 July 2026 ditinjau oleh Tim Khidmat jejak imani

Tawaf mengelilingi Baitullah merupakan salah satu ibadah yang istimewa dan penuh makna dalam Islam. Sejak zaman Nabi Ibrahim 'alaihissalam hingga hari ini, jutaan kaum Muslimin dari berbagai penjuru dunia datang memenuhi panggilan Allah ﷻ untuk mengelilingi Ka'bah dengan penuh ketundukan, seraya melantunkan dzikir, doa, dan pujian kepada-Nya. Momen yang sarat dengan kekhusyukan ini menjadi impian besar setiap Muslim yang merindukan kesempatan beribadah di Tanah Suci.
Namun, di balik setiap putaran tawaf, masih banyak yang bertanya: adakah doa atau bacaan saat tawaf yang wajib dibaca pada setiap putaran? Apakah Rasulullah ﷺ mengajarkan bacaan khusus saat tawaf untuk setiap putaran, ataukah seorang Muslim dibebaskan untuk berdoa dengan doa apa pun yang ia kehendaki? Memahami hal ini sangat penting agar ibadah tawaf yang kita lakukan benar-benar sesuai dengan tuntunan Al-Qur'an dan Sunnah Rasulullah ﷺ.
Doa dan Dzikir Saat Tawaf
Tawaf dimulai dari Hajar Aswad. Ketika memulai putaran pertama maupun setiap kali sejajar dengan Hajar Aswad pada putaran berikutnya, disunnahkan membaca basmalah dan takbir. Hal ini berdasarkan hadis dari Abdullah bin Abbas radhiyallahu 'anhuma:
أنَّ النبيَّ ﷺ طافَ بالبيتِ على بعيرٍ، كلَّما أتى الرُّكنَ أشارَ إليه بالمِحْجَنِ وكبَّرَ
Artinya: "Nabi ﷺ melakukan tawaf mengelilingi Ka'bah dengan menaiki unta. Setiap kali beliau sampai di Hajar Aswad, beliau memberi isyarat dengan tongkat yang beliau pegang, lalu bertakbir." (HR. Al-Bukhari)
Para ulama juga menganjurkan membaca "بِسْمِ اللَّهِ، اللَّهُ أَكْبَرُ" ketika memulai tawaf atau saat mengusap maupun memberi isyarat kepada Hajar Aswad, sebagaimana dijelaskan dalam berbagai kitab fikih. Imam An-Nawawi dalam Al-Majmu' Syarh al-Muhadzdzab menyebutkan bahwa disunnahkan membaca بِسْمِ اللَّهِ وَاللَّهُ أَكْبَرُ ketika mengusap Hajar Aswad. Demikian pula Ibnu Qudamah dalam Al-Mughni menjelaskan bahwa ketika memulai tawaf disunnahkan mengusap atau memberi isyarat (al-istilam) kepada Hajar Aswad sambil bertakbir, serta menyebutkan bacaan tersebut. Sementara itu, Syaikh Muhammad Nashiruddin Al-Albani dalam Manasik al-Hajj wal-'umroh menerangkan bahwa bacaan الله أكبر merupakan riwayat yang sahih dari Rasulullah ﷺ, sedangkan tambahan بِسْمِ اللَّهِ berasal dari atsar Abdullah bin Umar radhiyallahu 'anhuma yang diamalkan oleh banyak ulama.
Adapun bacaan yang secara khusus diajarkan oleh Rasulullah ﷺ ketika tawaf adalah doa yang dibaca di antara Rukun Yamani dan Hajar Aswad, yaitu:
رَبَّنَا آتِنَا فِي الدُّنْيَا حَسَنَةً، وَفِي الْآخِرَةِ حَسَنَةً، وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ
Artinya: "Ya Tuhan kami, berilah kami kebaikan di dunia, kebaikan di akhirat, dan peliharalah kami dari siksa neraka." (QS. Al-Baqarah : 201)
Abdullah bin As-Sa'ib radhiyallahu 'anhu meriwayatkan bahwa Rasulullah ﷺ membaca doa tersebut ketika berada di antara Rukun Yamani dan Hajar Aswad. (HR. Abu Dawud dan Ahmad).
Selain bacaan di atas atau bacaan saat berada di Hajar Aswad dan bacaan di antara Rukun Yamani dan Hajar Aswad, maka tidak ada doa khusus yang diwajibkan atau disunnahkan untuk setiap putaran tawaf. Oleh karena itu, seorang Muslim dipersilakan memperbanyak dzikir seperti tasbih, tahmid, tahlil, takbir, membaca Al-Qur'an, bershalawat kepada Nabi ﷺ, maupun memanjatkan doa apa saja yang berisi permohonan kebaikan dunia dan akhirat. Justru inilah yang memberikan keleluasaan bagi setiap jamaah untuk berdoa sesuai kebutuhan dan harapannya kepada Allah ﷻ.
Hal ini sejalan dengan tujuan utama disyariatkannya tawaf, yaitu untuk mengingat dan mengagungkan Allah ﷻ. Rasulullah ﷺ bersabda:
إِنَّمَا جُعِلَ الطَّوَافُ بِالْبَيْتِ، وَبَيْنَ الصَّفَا وَالْمَرْوَةِ، وَرَمْيُ الْجِمَارِ لِإِقَامَةِ ذِكْرِ اللَّهِ
Artinya: "Sesungguhnya tawaf di Baitullah, sa'i antara Shafa dan Marwah, serta melempar jumroh disyariatkan untuk menegakkan zikir kepada Allah." (HR. Abu Dawud & Tirmidzi)
Dengan demikian, yang terpenting selama melaksanakan tawaf bukanlah menghafal doa-doa tertentu untuk setiap putaran, melainkan menghadirkan hati, memperbanyak dzikir, memperbanyak doa dengan penuh kekhusyukan, serta mengikuti tuntunan Rasulullah ﷺ. Semakin banyak seorang hamba mengingat Allah dan bermunajat kepada-Nya ketika tawaf mengelilingi Baitullah, semakin besar pula harapan untuk meraih keberkahan dan diterimanya amal ibadah tersebut.
Meskipun tidak terdapat doa khusus yang sahih dari Rasulullah ﷺ untuk setiap putaran tawaf, para ulama telah menyusun berbagai rangkaian dzikir dan doa yang bersumber dari Al-Qur'an, hadis, serta doa-doa para salaf. Tujuan para ulama menyusun doa dan bacaan tawaf bukan untuk menetapkan bacaan yang wajib atau sunnah pada setiap putaran, melainkan sebagai panduan agar lisan seorang Muslim senantiasa dipenuhi dengan dzikir, doa, dan munajat kepada Allah ﷻ selama melaksanakan tawaf. Dengan demikian, jamaah yang belum mampu menyusun doa sendiri tetap dapat memanfaatkan waktu tawaf dengan memperbanyak dzikrullah dan memohon berbagai kebaikan kepada Allah ﷻ.
Berikut beberapa contoh doa dan bacaan saat tawaf yang sering dianjurkan oleh para ulama untuk dibaca selama tawaf.
1. Tahlil
لَا إِلٰهَ إِلَّا اللَّهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيكَ لَهُ، لَهُ الْمُلْكُ وَلَهُ الْحَمْدُ، وَهُوَ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيرٌ
Lā ilāha illallāhu waḥdahū lā syarīka lah, lahul-mulku wa lahul-ḥamdu, wa huwa ‘alā kulli syai'in qadīr.
Artinya: "Tiada Tuhan yang berhak disembah selain Allah semata, tiada sekutu bagi-Nya. Milik-Nya segala kerajaan dan segala pujian, dan Dia Maha Kuasa atas segala sesuatu."
2. Tasbih, Tahmid, Takbir, dan Tahlil
سُبْحَانَ اللَّهِ، وَالْحَمْدُ لِلَّهِ، وَلَا إِلٰهَ إِلَّا اللَّهُ، وَاللَّهُ أَكْبَرُ
Subḥānallāh, wal-ḥamdu lillāh, wa lā ilāha illallāh, wallāhu akbar.
Artinya: "Maha Suci Allah, segala puji bagi Allah, tiada Tuhan selain Allah, dan Allah Maha Besar."
3. Istighfar
أَسْتَغْفِرُ اللَّهَ وَأَتُوبُ إِلَيْهِ
Astaghfirullāha wa atūbu ilaīh.
Artinya: "Aku memohon ampun kepada Allah dan bertobat kepada-Nya."
4. Shalawat kepada Nabi ﷺ
اللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ مُحَمَّدٍ
Allāhumma ṣalli ‘alā Muḥammadin wa ‘alā āli Muḥammad.
Artinya: "Ya Allah, limpahkanlah shalawat kepada Nabi Muhammad dan keluarga Nabi Muhammad."
5. Doa Memohon Kebaikan Dunia dan Akhirat
(Dibaca di antara Rukun Yamani dan Hajar Aswad)
رَبَّنَا آتِنَا فِي الدُّنْيَا حَسَنَةً، وَفِي الْآخِرَةِ حَسَنَةً، وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ
Rabbanā ātinā fid-dun-yā ḥasanatan wa fil-ākhirati ḥasanatan wa qinā ‘ażābannār.
Artinya: "Ya Tuhan kami, berilah kami kebaikan di dunia, kebaikan di akhirat, dan lindungilah kami dari azab neraka."
6. Doa Memohon Ampunan
رَبِّ اغْفِرْ وَارْحَمْ، إِنَّكَ أَنْتَ الْأَعَزُّ الْأَكْرَمُ
Rabbighfir war-ḥam, innaka antal-a‘azzul-akram.
Artinya: "Ya Tuhanku, ampunilah aku dan rahmatilah aku. Sesungguhnya Engkau Maha Perkasa lagi Maha Mulia."
7. Doa Nabi Yunus
لَا إِلٰهَ إِلَّا أَنْتَ سُبْحَانَكَ إِنِّي كُنْتُ مِنَ الظَّالِمِينَ
Lā ilāha illā anta subḥānaka innī kuntu minaż-ẓālimīn.
Artinya: "Tiada Tuhan selain Engkau. Maha Suci Engkau. Sungguh aku termasuk orang-orang yang zalim."
8. Doa Memohon Keteguhan Hati
يَا مُقَلِّبَ الْقُلُوبِ، ثَبِّتْ قَلْبِي عَلَى دِينِكَ
Yā muqallibal-qulūbi, tsabbit qalbī ‘alā dīnik
Artinya: "Wahai Dzat yang membolak-balikkan hati, teguhkanlah hatiku di atas agama-Mu." (HR. At-Tirmidzi)
9. Doa Memohon Ilmu, Rezeki, dan Amal yang Diterima
اللَّهُمَّ إِنِّي أَسْأَلُكَ عِلْمًا نَافِعًا، وَرِزْقًا طَيِّبًا، وَعَمَلًا مُتَقَبَّلًا
Allāhumma innī as-aluka ‘ilman nāfi‘an, wa rizqan ṭayyiban, wa ‘amalan mutaqabbalā.
Artinya: "Ya Allah, aku memohon kepada-Mu ilmu yang bermanfaat, rezeki yang baik, dan amal yang Engkau terima." (HR. Ibnu Majah)
10. Membaca Al-Qur'an
Selain berdzikir dan berdoa saat tawaf, para ulama juga menjelaskan bahwa membaca Al-Qur'an ketika tawaf diperbolehkan, karena tawaf merupakan waktu untuk memperbanyak dzikir kepada Allah. Imam An-Nawawi dalam Al-Majmu' menyebutkan bahwa membaca Al-Qur'an saat tawaf termasuk amalan yang dianjurkan.
Selain dzikir dan doa saat tawaf yang telah disebutkan, setiap orang yang sedang melaksanakan tawaf juga diperbolehkan untuk bermunajat kepada Allah ﷻ dengan doa apa pun yang berisi permohonan kebaikan dunia dan akhirat. Inilah salah satu keistimewaan tawaf, di mana seorang hamba diberi keleluasaan untuk mencurahkan isi hati, memohon ampunan, meminta keberkahan rezeki, kesehatan, kemudahan urusan, keturunan yang saleh, husnul khatimah, serta segala kebaikan yang diharapkannya. Semakin banyak seorang hamba berdzikir dan berdoa saat tawaf dengan penuh keikhlasan dan kekhusyukan, semakin besar pula harapan agar Allah ﷻ mengabulkan doa-doanya dan menerima amal ibadah yang dilaksanakannya.
Kesimpulan
Tawaf bukan sekadar berjalan mengelilingi Ka'bah sebanyak tujuh putaran, tetapi merupakan ibadah yang sarat dengan makna penghambaan dan pengagungan kepada Allah ﷻ. Oleh karena itu, yang menjadi inti dari tawaf bukanlah banyaknya doa yang dihafal atau panjangnya bacaan yang dilantunkan, melainkan hadirnya hati yang khusyuk, lisan yang senantiasa berdzikir, serta kesungguhan dalam bermunajat kepada Allah sesuai tuntunan Rasulullah ﷺ. Selama tidak bertentangan dengan syariat, setiap doa yang dipanjatkan dengan penuh keikhlasan menjadi bentuk penghambaan yang bernilai ibadah. Sebab, tawaf disyariatkan agar seorang hamba senantiasa mengingat Allah dan mempererat hubungannya dengan Sang Pencipta.
Semoga Allah ﷻ memberikan kesempatan kepada kita untuk menjadi tamu-tamu-Nya di Baitullah, memudahkan langkah kita dalam menunaikan haji dan umroh, serta menjadikan setiap putaran tawaf sebagai jalan untuk menghapus dosa, mengangkat derajat, dan mendekatkan diri kepada-Nya.
Marilah kita melaksanakan tawaf sebagaimana dicontohkan oleh Rasulullah ﷺ, memperbanyak zikir, doa, dan istighfar dengan penuh harap, seraya meyakini bahwa tidak ada tempat yang lebih indah untuk bermunajat selain di hadapan rumah Allah yang mulia. Semoga setiap doa yang terucap di sekeliling Ka'bah diijabah oleh Allah ﷻ dan menjadi bekal kebahagiaan di dunia serta keselamatan di akhirat. Āmīn.
Bagi yang ingin melakukan perjalanan ibadah ke Tanah Suci, Anda dapat mempercayakan perjalanan ibadah haji dan umroh bersama jejak imani.
jejak imani adalah travel haji dan umroh sejak tahun 2012 dengan nama PT JEJAK IMANI BERKAH BERSAMA yang sudah berizin resmi sebagai Penyelenggara Perjalanan Ibadah Umrah (PPIU) dan Penyelenggara Ibadah Haji Khusus (PIHK). Anda juga bisa menanyakanan dan konsultasi dengan tim jejak imani terkait kebutuhan selama ibadah umroh di Tanah Suci.
Dilihat 75 kali


