Ingin dapat penawaran khusus untuk Anda? Konsultasi sekarang!

Jauhi Perkara yang Membatalkan Tawaf

29 July 2026 ditinjau oleh Tim Khidmat jejak imani

article-thumbnail

Tawaf merupakan salah satu rukun umrah dan haji yang tidak dapat digantikan oleh amalan lain. Ibadah ini dilakukan dengan mengelilingi Ka'bah sebanyak tujuh putaran dimulai dari Hajar Aswad dan diakhiri di tempat yang sama.

Karena kedudukannya sangat agung, setiap muslim hendaknya memahami hal-hal yang dapat membatalkan tawaf maupun perkara yang mengurangi kesempurnaan ibadah tersebut, agar setiap putaran yang dilakukan benar-benar bernilai di sisi Allah Ta'ala.

Perkara yang Membatalkan Tawaf

Para ulama menjelaskan bahwa tawaf memiliki syarat-syarat sebagaimana shalat. Di antaranya adalah suci dari hadas dan najis menurut jumhur ulama, menutup aurat, serta menjadikan Ka'bah berada di sebelah kiri ketika mengelilinginya. Imam An-Nawawi berkata:

قال النووي: يشترط لصحة الطواف الطهارة من الحدث والنجاسة وستر العورة

"Disyaratkan untuk sahnya tawaf adalah suci dari hadas dan najis serta menutup aurat." (Al-Majmu', 8/17)

Apabila seseorang berhadats di tengah tawaf menurut jumhur ulama, maka tawafnya batal dan harus mengulanginya setelah bersuci. Demikian pula apabila auratnya terbuka dengan sengaja atau ia tidak menyempurnakan tujuh putaran, maka tawafnya tidak sah. Begitu pula jika ia tidak menjadikan Ka'bah berada di sebelah kirinya atau melakukan tawaf di luar batas area tawaf yang disyariatkan.

Hal-hal yang Perlu Dihindari Saat Tawaf

Di samping perkara yang membatalkan, terdapat beberapa hal yang patut dihindari ketika bertawaf agar ibadah tetap khusyuk dan sempurna. Seorang muslim hendaknya menghindari berdesakan hingga menyakiti jamaah lain, mendorong, memukul atau memaksakan diri untuk mencium Hajar Aswad apabila kondisi sangat padat.

Rasulullah ﷺ mengajarkan bahwa menjaga keselamatan kaum muslimin lebih utama daripada mengejar amalan sunnah yang dapat menimbulkan mudarat.

Selain itu, hendaknya menghindari berbicara tanpa kebutuhan, tertawa berlebihan, sibuk mengambil swafoto, atau melakukan aktivitas yang menghilangkan kekhusyukan.

Tawaf adalah ibadah yang dipenuhi dengan zikir, doa, dan pengagungan kepada Allah sehingga saat tawaf baiknya memperbanyak dzikir dan doa dibandingkan berbicara tanpa kebutuhan. Ibnu Qudamah berkata:

قال ابن قدامة: ويستحب أن يشتغل في طوافه بالذكر والدعاء وقراءة القرآن

"Disunnahkan bagi orang yang bertawaf untuk menyibukkan dirinya dengan zikir, doa, dan membaca Al-Qur'an." (Al-Mughni, 3/187)

Kesimpulan

Tawaf bukan sekadar mengelilingi bangunan Ka'bah sebanyak tujuh kali, tetapi juga menghadirkan hati dalam mengagungkan Allah dengan mengikuti tuntunan Rasulullah ﷺ. Oleh karena itu, setiap jamaah hendaknya menjaga kesucian, menutup aurat, menyempurnakan tujuh putaran, serta menghindari segala sesuatu yang dapat membatalkan maupun mengurangi kesempurnaan tawaf.

Dengan demikian, ibadah yang dilakukan tidak hanya sah menurut syariat, tetapi juga lebih khusyuk dan lebih besar pahalanya di sisi Allah Ta'ala.

Bagi yang ingin melakukan perjalanan ibadah ke Tanah Suci, Anda dapat mempercayakan perjalanan ibadah haji dan umroh bersama jejak imani. jejak imani adalah travel haji dan umroh sejak tahun 2012 dengan nama PT JEJAK IMANI BERKAH BERSAMA yang sudah berizin resmi sebagai Penyelenggara Perjalanan Ibadah Umrah (PPIU) dan Penyelenggara Ibadah Haji Khusus (PIHK). Anda juga bisa menanyakanan dan konsultasi dengan tim jejak imani terkait kebutuhan selama ibadah di Tanah Suci.

Wallahu a’lam.

Dilihat 16 kali