Ingin dapat penawaran khusus untuk Anda? Konsultasi sekarang!

Sholat Sunnah Ihram: Hukum, Tata Cara, dan Ikhtilaf Ulama

03 July 2026 ditinjau oleh Tim Khidmat jejak imani

article-thumbnail

Sebelum seorang jamaah haji atau umroh mengenakan pakaian ihram dan mengucapkan talbiyah, ada satu amalan yang kerap dilewatkan: sholat sunnah ihram. Dua rakaat sederhana, namun sarat makna dan kaya perdebatan fiqih di baliknya.

Dasar Hukum Sholat Sunnah Ihram (4 Mazhab)

Berihram setelah sholat adalah sunnah yang disepakati oleh keempat mazhab fiqih: Hanafi, Maliki, Syafi’i dan Hanbali. Ibnu Abdil Barr merangkumnya:

“واستحبَّ الجميعُ أن يكون ابتداءُ المُحْرِم بالتَّلبية بإِثْرِ صلاةٍ يُصَلِّيها نافلةً أو فريضةً من ميقاتِه”

“Seluruh ulama menganjurkan agar seseorang memulai talbiyahnya setelah sholat — baik nafilah maupun fardhu di miqatnya.” (At-Tamhid, 15/132)

Dasar utamanya adalah hadits Ibn Umar RA (HR. Bukhari dan Muslim): Nabi ﷺ sholat dua rakaat di Dzulhulaifah (atau disebut juga Bir Ali, salah satu tempat pengambilan miqat), lalu ketika untanya berdiri tegak, beliau baru mengucapkan talbiyah. Imam Nawawi menegaskan bahwa hadis ini menunjukkan dianjurkannya sholat dua rakaat sebelum ihram, dan sholat itu berstatus nafilah (sholat sunnah ihram)

Baca juga : Panduan Pakai Ihram Agar Niat Umrohmu Sah

Apakah Ada Sholat Khusus untuk Ihram?

Di sinilah ikhtilaf yang menarik. Sebagian ulama Syafi’i, satu riwayat dari Imam Ahmad, serta pilihan Ibnu Taimiyah, Ibnul Qayyim, Albani, dan Ibnu Utsaimin berpendapat bahwa tidak ada sholat yang khusus diperuntukkan saat ihram.

Ibnu Taimiyah berkata:

“يُسْتَحَبُّ أن يُحْرِمَ عقيبَ صلاةٍ: إمَّا فرضٌ وإمَّا تطوُّعٌ إن كان وقتَ تطوُّع؛ في أحد القولين، وفي الآخَرِ: إن كان يصلِّي فرضًا أحرَمَ عقيبَه، وإلَّا فليس للإحرامِ صلاةٌ تخصُّه، وهذا أرجح”

“Dianjurkan berihram setelah sholat —fardhu atau nafilah jika memang waktunya. Namun pendapat yang lebih kuat: jika ada fardhu, berihramlah setelahnya; jika tidak, maka tidak ada sholat khusus untuk ihram.” (Majmu’ Fatawa, 26/108-109)

Ibnul Qayyim dalam Zadul Ma’ad menyatakan bahwa tidak ada riwayat Nabi ﷺ sholat khusus untuk ihram selain sholat Dzuhur yang merupakan sholat fardhu.

Tata Cara Pelaksanaan Sholat Sunnah Ihram

Saat melaksanakan sholat sunnah ihram dianjurkan membaca surah Al-Kafirun pada rakaat pertama setelah Al-Fatihah, dan surah Al-Ikhlas pada rakaat kedua, serta membaca keduanya dengan suara pelan (sirr) baik siang maupun malam. Ibnu Hajar Al-Haitami dalam Tuhfatul Muhtaj (4/60) menyebutkan:

”(ويصلي ركعتين) ينوي بهما سنَّةَ الإحرام للاتِّباع… يقرأ سرًّا ليلًا ونهارًا.. في الأولى بعد الفاتحة: الكافرون، وفي الثانية: الإخلاص”

“Ia sholat dua rakaat dengan niat sunnah ihram karena mengikuti sunnah… membaca sir baik siang maupun malam… rakaat pertama: Al-Kafirun, rakaat kedua: Al-Ikhlas.”

Kombinasi dua surah ini memiliki wajhu munasabah yang dalam: keduanya mencerminkan ikhlas tauhid pelepasan diri dari segala selain Allah dan penegasan keesaan-Nya yang selaras dengan spirit ihram.

Kapan Waktu Terbaik Berihram?

Menurut pendapat yang lebih shahih dalam mazhab Syafi’i dan pilihan para ulama seperti Ibnu Taimiyah, Imam Nawawi, Ibnu Baz, dan Ibnu Utsaimin: waktu terbaik berihram adalah ketika tunggangan sudah berdiri tegak dan siap berangkat menuju Makkah. Imam Nawawi berkata:

يُحْرِمَ إذا ابْتَدأ السير راكباً كان أو ماشياً وهذا هو الصَّحيحُ

“Disunnahkan berihram (berniat) ketika mulai berjalan, baik ia berkendaraan maupun berjalan kaki. Pendapat ini yang lebih kuat” (Al Idhah, 131)

a. Berihram Saat Waktu Sholat Fardhu

Jika seseorang berihram setelah sholat fardhu atau sholat sunnah lainnya, itu sudah mencukupi, karena tujuan utama dari sholat sunnah ihram adalah agar ihram jatuh setelah sholat secara mutlak. Al-Isnawi Al-Syafi’i dalam Al-Muhimmat (4/289) menyebutkan bahwa Imam Syafi’i dalam Al-Umm berkata:

“أحببتُ له أن يصلِّيَ نافلةً، فإنْ أَهَلَّ في إثرِ مكتوبةٍ أو في غيرِ إثرِ صلاةٍ: فلا بأس”

“Aku senang jika ia sholat nafilah (khusus ihram). Namun jika ia berihram setelah sholat fardhu atau tanpa sholat sama sekali, tidak ada masalah.”

b. Berihram Pada Waktu yang Dimakruhkan Sholat

Al-Buhuti Al-Hanbali dalam Kasysyaf Al-Qina’ (2/407-408) menegaskan:

”(ولا يركعه) أي: النَّفل (وقت نهيٍ)؛ للأخبار السَّابقة في أوقات النَّهي”

“sholat nafilah (ihram) tidak dikerjakan pada waktu-waktu larangan, berdasarkan hadis-hadis yang telah lalu tentang waktu-waktu tersebut.”

Jika waktu berihram bertepatan dengan waktu makruh sholat, diperbolehkan menunda ihram hingga masuk waktu yang boleh sholat, kecuali jika khawatir tertinggal rombongan atau waktu terlalu sempit, dalam kondisi ini ia boleh berihram tanpa sholat sunnah ihram terlebih dahulu dan ihramnya tetap sah.

Ulama Syafi’i mengecualikan jika seseorang berada di Masjidil Haram: sholat sunnah ihram tetap boleh dilakukan di sana meski pada waktu makruh, karena statusnya sebagai sholat berdasarkan sebab (dzatus sabab). Imam Ramli Al-Syafi’i dalam Nihayatul Muhtaj (3/272) menyebutkan:

“ويَحْرُمان في وقتِ الكراهةِ في غيرِ حرمِ مكَّة، وتُغني عنهما فريضةٌ أو نافلةٌ كالتحية”

“Keduanya (rakaat sunnah ihram) haram dikerjakan pada waktu makruh di luar Masjidil Haram. Dan keduanya bisa digantikan oleh sholat fardhu maupun nafilah seperti sholat tahiyyatul masjid.”

c. Berihram Tanpa Sholat Sunnah Ihram

Dar Ifta’ Mesir menegaskan: tidak ada masalah bagi siapa pun yang berihram tanpa mendirikan sholat sebelumnya. Ihramnya tetap sah dan ia tidak dianggap berdosa, karena dalam masalah ini ada keluasan. Imam Ibnu Abdil Barr Al-Maliki dalam Al-Kafi (1/364) menyebutkan:

“مَن لم يفعل وأحرم دون أن يصلي أو في غير وقتِ صلاةٍ: فلا حرج”

“Barangsiapa tidak sholat dan berihram tanpa sholat atau di luar waktu sholat: tidak ada masalah.”

Hikmah dan Pesan Spiritual

Sholat sunnah ihram adalah momen henti sebelum seseorang memasuki ihram yang lebih dalam. Al-Kafirun adalah deklarasi pelepasan diri dari segala yang bukan Allah. Al-Ikhlas adalah penegasan bahwa hanya Dia tempat bergantung.

Dua rakaat itu bukan formalitas. Ia adalah gerbang dari dunia yang ramai menuju keheningan yang penuh makna. Dari identitas sosial menuju identitas yang paling hakiki: hamba yang datang dengan tangan kosong, siap memenuhi panggilan Labbaik.

Demikian sholat sunnah ihram yang perlu diketahui oleh tiap calon jamaah umroh dan haji. Semoga Allah ﷻ karuniakan kepada kita kesempatan untuk melaksanakan wajib, rukun hingga sunnah haji di Baitullah. Setidaknya, sekali dalam usia hidup.

Salah satu ikhtiar untuk mewujudkan ibadah haji dan umroh adalah dengan menabung dan mencari travel haji dan umroh terpercaya. jejak imani hadir sebagai travel haji dan umroh terpercaya dan mengusahakan supaya berangkat ibadah haji bisa lebih cepat dan lebih nyaman.

jejak imani juga menghadirkan paket umroh dan wisata halal ke berbagai negara dengan fasilitas lebih nyaman. Segera tanya dulu dan konsultasi gratis dengan tim CSO jejak imani.

Wallahu’alam bishawab.

Dilihat 560 kali