Ingin dapat penawaran khusus untuk Anda? Konsultasi sekarang!

Hari Tarwiyah, Ini Amalan & Keutamaannya Bagi Jamaah Haji

21 May 2025 ditinjau oleh Tim Khidmat jejak imani

article-thumbnail

Hari Tarwiyah adalah hari kedelapan bulan Dzulhijjah. Pada hari tersebut, jamaah haji berangkat menuju Mina. Semua jamaah haji dari yang mengambil haji Tamattu’ mulai berihram untuk haji lalu berangkat menuju Mina, sedangkan jamaah haji Ifrad dan Qiran tetap ihram dan bermalam di Mina. Bermalam di Mina pada hari ke 8 Dzulhijjah atau yang disebut sebagai tarwiyah ini hukumnya sunnah bagi jamaah haji, dan bukanlah sebuah kewajiban atau rukun haji.

Hari Tarwiyah diberi nama demikian karena dahulu para jamaah haji terbiasa untuk melepaskan dahaga mereka, mengisi kendi-kendi dan kantong-kantong air mereka sebagai bekal perjalanan ibadah haji. Diriwayatkan pula mengapa demikian karena Nabi Ibrahim pada hari itu berpikir untuk menyembelih putranya, Nabi Ismail.

Keutamaan Hari Tarwiyah dalam Ritual Ibadah Haji

Hari Tarwiyah memiliki keutamaan yang sangat besar dalam ritual haji, karena pada hari tersebut para jamaah haji, baik yang datang dari luar negeri maupun dari dalam negeri, menentukan jenis ritual yang akan mereka lakukan. Setiap jamaah haji memasuki hari ihram mereka di hari tersebut.

Sunnah bagi setiap imam untuk menyampaikan khutbah kepada orang-orang pada hari ke-7 Dzulhijjah di Makkah Al-Mukarramah dan mengajarkan mereka tentang aturan-aturan ibadah haji. Hal ini berdasarkan hadits Ibnu Umar (radhiyallahu ‘anhu), yang berkata:

“Setiap kali Rasulullah pada hari sebelum Hari Tarwiyah, beliau akan berkhutbah dan menyampaikan kepada orang-orang dan memberitahukan mereka tentang manasik haji mereka.” (HR. Al-Baihaqi dengan sanad yang baik).

Keutamaan Hari Tarwiyah meliputi persiapan untuk melaksanakan ibadah haji dan berihram, sesuai dengan pilihan masing-masing jamaah haji dari tiga jenis yakni Ifrad, Qiran dan Tamattu. Bagian dari persiapan tersebut meliputi berangkat ke Mina sebelum tengah hari untuk mempersiapkan diri menghadapi rukun haji terbesar, yakni wukuf di Arafah pada keesokan harinya. Oleh karena itu, Hari Tarwiyah disebut juga “Hari Perpindahan” dikarenakan jamaah haji berpindah dari rumah mereka di Makkah Al-Mukarramah ke Mina. Sunnah bagi jamaah haji untuk bermalam di Mina pada malam Arafah.

Ibadah mabit di hari Tarwiyah ini bertempat di Mina, tempat pertama yang menjadi persinggahan pertama dalam ritual haji di Tanah Suci (bagi yang mengambil mabit Hari Tarwiyah). Tidak semua jamaah haji bisa melakukan sunnah hari tarwiyah dengan mabit atau bermalam di Mina, sebab jika semuanya bermalam di Mina tentu akan sangat penuh.

Amalan-amalan Jamaah Haji di Hari Tarwiyah

Hari Tarwiyah di antara hari-hari yang penting dalam umat islam, karenanya ada beberapa amalan dan sunnah yang bisa dikerjakan oleh jamaah haji, yang tujuannya adalah mendekatkan diri kepada Allah dan mempersiapkan diri agar lebih siap untuk berwukuf pada hari arafah.

1. Berihram

Jika Hari Tarwiyah jatuh, yaitu hari kedelapan Dzulhijjah, maka dianjurkan bagi mereka yang telah berihram setelah umrah (yaitu mereka yang melaksanakan Tamattu') untuk berihram haji di waktu pagi dari tempat tinggal mereka. Hal ini juga dianjurkan bagi mereka yang berniat haji dari Mekkah. Jamaah haji yang melaksanakan Tamattu' berihram untuk haji dari lokasinya di hotel Makkah Al-Mukarramah. Sedangkan bagi mereka yang melaksanakan Qiran dan Ifrad yang belum berihram, maka mereka tetap pada pakaian ihram asal mereka.

Baca Juga : Rukun-Rukun Haji yang Wajib Jamaah Lakukan!

2. Membersihkan Diri

Dianjurkan untuk berwudhu, membersihkan diri dan memakai wewangian, serta melakukan apa yang mereka lakukan ketika berihram dari miqat.

3. Berniat Haji

Meniatkan haji di dalam hati dan mengucapkan talbiyah dan niat “Labbaika Hajjan” (aku memenuhi panggilanmu ya Allah untuk haji). Jika khawatir ada halangan yang menghalanginya untuk menunaikan haji, maka hendaklah ia mengatakan dengan niat syarat

Jika seorang jamaah haji menunaikan haji untuk orang lain, maka hendaklah ia berniat dalam hatinya, kemudian berkata, "Ini aku, menunaikan haji untuk si fulan, atau untuk si fulan, atau untuk ibu si fulan, (jika ia perempuan)" Kemudian ia melanjutkan dengan membaca Talbiyah.

4. Menuju Mina

Dianjurkan untuk berangkat ke Mina sebelum tengah hari dan membaca Talbiyah dengan sesering mungkin. Diriwayatkan dalam hadits panjang dari Jabir yang menjelaskan tentang haji:

"Ketika Hari Tarwiyah tiba, mereka menuju Mina dan berihram untuk haji. Rasulullah naik ke masjid dan shalat di sana pada waktu zuhur, ashar, magrib, isya, dan subuh." (HR. Muslim)

Baca Juga : Mengenal Mina, Tempat Mabit Jamaah Haji

5. Sholat Wajib

Hendaknya ia melaksanakan shalat Dhuhur, Ashar, Magrib, Isya dan Subuh di Mina, dengan cara mengqasharnya dan tidak menggabungkannya (tidak menjamaknya), kecuali shalat Magrib dan Subuh yang tidak boleh diqashar. Hal ini karena Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam mengimami orang-orang dari Mekkah dan yang lainnya dalam shalat qashar. Tidak ada perbedaan antara penduduk Mekkah dan yang lainnya, karena Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam tidak memerintahkan mereka untuk menyempurnakan shalat. Jika shalat itu wajib bagi mereka, tentulah ia menjelaskannya kepada mereka. Jabir radhiyallahu 'anhu yang menjelaskan tentang haji Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam:

"Semua orang keluar dari ihram dan mengqashar shalat mereka, kecuali Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam dan orang-orang yang membawa hewan kurban. Ketika hari Tarwiyah tiba, mereka menuju Mina dan berihram untuk haji." (HR. Muslim)

Baca Juga : Mabit di Mina Saat Haji, Catat Hal-hal Penting Ini!

6. Mabit di Mina pada Malam Arafah

Jamaah haji dianjurkan untuk bermalam di Mina pada malam Arafah. Sesuai dengan amalan Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam, setelah shalat Subuh, ia akan bermalam di Mina hingga matahari terbit. Ketika matahari terbit, beliau berjalan dari Mina menuju Arafah sambil membaca Talbiyah atau Takbir, berdasarkan keterangan dari sahabat Anas radhiyallahu ‘anhu:

Diriwayatkan dari Abdul Aziz bin Rafi', ia berkata :

Aku bertanya kepada Anas bin Malik (radhiyallahu 'anhu): "Ceritakan kepadaku sesuatu yang telah engkau pelajari dari Nabi perilah dimana ia shalat Dhuhur dan Ashar pada Hari Tarwiyah?" Ia menjawab: "Di Mina." Aku bertanya: "Di mana ia shalat Ashar pada Hari Nahr?" Ia menjawab: "Di al-Abtah." Kemudian ia berkata: "Lakukanlah sebagaimana yang dilakukan para pemimpin kalian." (HR. Bukhari)

Demikian ulasan artikel seri haji yang membahas tentang hari tarwiyah. Semoga Allah memberikan kita semuanya kebaikan dan kemampuan untuk menunaikan ibadah haji ke tanah suci. Ada baiknya jika mampu secara finansial dan fisik dibarengi dengan ikhtiar mencari paket haji yang sesuai, seperti paket haji plus atau haji furoda di jejak imani. Anda tidak perlu lagi menunggu puluhan tahun untuk mendapat kuota haji. Cukup tunggu 5-8 tahun atau bisa juga langsung berangkat di tahun hijriyah tersebut. Tunggu apalagi? Yuk segera konsultasikan kebutuhan ibadah Anda bersama tim jejak imani.

Dilihat 499 kali