Umrah Parenting: Menanamkan Anak Cinta kepada Allah Sejak Dini
02 November 2026 ditinjau oleh Tim Khidmat jejak imani

Mengajak anak menunaikan ibadah umrah mungkin menghadirkan kekhawatiran tersendiri bagi orang tua. Mulai dari menjaga kondisi anak selama perjalanan hingga mendampingi mereka menjalani rangkaian ibadah. Namun, umrah bersama anak bukan hanya tentang perjalanan menuju Baitullah, tetapi juga kesempatan untuk mengenalkan mereka pada ibadah, menanamkan kecintaan kepada Allah, dan memberikan teladan dalam ketaatan sejak dini.
Lalu, apa saja yang perlu dipersiapkan agar umrah bersama anak menjadi perjalanan ibadah sekaligus momen parenting yang bermakna?
Luruskan Niat dan Bangun Suasana yang Menyenangkan
Sebelum berangkat, ceritakan kepada anak tentang Ka'bah, Masjidil Haram, dan keutamaan beribadah di Tanah Suci dengan bahasa yang mudah mereka pahami. Jangan hanya mengatakan bahwa mereka akan pergi jauh, tetapi kenalkan siapa yang akan mereka datangi dan mengapa kita mencintai-Nya. Biarkan rasa ingin tahu tumbuh menjadi kerinduan.
Jadikan Orang Tua Sebagai Teladan
Anak tidak selalu memahami nasihat panjang, tetapi mereka merekam apa yang dilihat setiap hari. Ketika orang tua menjaga shalat, bersabar saat lelah, berbicara lembut, dan menghormati sesama jamaah, anak sedang belajar tentang Islam melalui perilaku nyata.
Allah berfirman:
يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا قُوا أَنْفُسَكُمْ وَأَهْلِيكُمْ نَارًا
“Wahai orang-orang yang beriman, jagalah dirimu dan keluargamu dari api neraka.” (QS. At-Tahrim: 6).
Mendidik anak bukan sekadar mengajarkan mana yang boleh dan tidak boleh, melainkan membimbing mereka agar tumbuh dengan iman, akhlak, dan kecintaan kepada Allah.
Sesuaikan Ibadah dengan Kemampuan Anak
Persiapkan kebutuhan fisik mereka, mulai dari makanan, pakaian, obat-obatan pribadi, hingga waktu istirahat yang cukup. Jangan memaksakan seluruh rangkaian kegiatan dengan standar orang dewasa. Anak mungkin perlu berhenti sejenak, bertanya, atau sekadar beristirahat. Kesabaran orang tua dalam mendampingi mereka juga merupakan bagian dari pendidikan.
Imam Al-Ghazali memberikan perhatian besar terhadap pendidikan akhlak sejak masa kanak-kanak. Dalam Ihya' Ulumiddin, beliau menjelaskan pentingnya membiasakan anak dengan kebaikan sejak dini, sebab kebiasaan yang tertanam pada masa kecil berpengaruh terhadap pembentukan akhlaknya ketika dewasa.
Hadirkan Momen yang Membekas di Hati
Ajak anak berdoa di hadapan Ka'bah, ceritakan perjuangan Nabi Ibrahim dan Nabi Ismail, serta kisah Hajar yang berlari mencari air untuk putranya. Kisah-kisah tersebut bukan sekadar cerita masa lalu, melainkan pelajaran tentang ketaatan, kesabaran, dan tawakal kepada Allah.
Perlu diingat juga, tujuan umrah parenting bukan agar anak pulang dengan banyak foto, melainkan membawa pulang kenangan tentang indahnya beribadah bersama keluarga.
Sebab, bisa jadi anak belum memahami seluruh makna talbiyah yang diucapkannya hari ini. Namun, ketika dewasa nanti, ia akan mengingat tangan ayah yang menggenggamnya di tengah keramaian, suara ibu yang mengajaknya berdoa, dan kebersamaan keluarga di hadapan Ka'bah.
Semoga perjalanan umrah bersama keluarga menjadi awal tumbuhnya kerinduan yang panjang kepada Baitullah, sekaligus menanamkan cinta kepada Allah yang terus hidup hingga mereka dewasa. Semoga kita semua dapat segera diundang menjadi tamu-Nya ke Baitullah. Apabila Anda ingin melaksanakan umroh yang amanah dan terpercaya bisa berangkat dengan jejak imani, travel haji dan umroh yang berizin telah berizin resmi sebagai PIHK (Penyelenggara Ibadah Haji Khusus) dan PPIU (Pihak Penyelenggara Ibadah Umrah).
Wallahua’lam bisshowab.
Dilihat 15 kali


