Adakah Umroh Mabrur?
04 August 2026 ditinjau oleh Tim Khidmat jejak imani

Setiap muslim tentu mendambakan ibadah yang diterima oleh Allah ﷻ. Karena itu, setelah menunaikan haji atau umroh, yang seharusnya menjadi perhatian bukanlah gelar yang disematkan manusia seperti haji mabrur atau umroh, melainkan apakah ibadah tersebut benar-benar membekas dalam hati dan melahirkan perubahan menuju ketakwaan. Inilah makna haji dan umroh mabrur yang sesungguhnya.
Apa Itu Mabrur?
Para ulama menjelaskan bahwa mabrur berasal dari kata al-birr yang bermakna kebaikan dan ketaatan. Imam An-Nawawi berkata:
وأما المبرور فقيل: هو الذي لا يخالطه إثم، وقيل: هو المقبول، ومن علامة القبول أن يرجع خيرًا مما كان، ولا يعاود المعاصي
"Haji yang mabrur adalah haji yang tidak dicampuri dosa. Ada pula yang mengatakan, yaitu haji yang diterima. Di antara tanda diterimanya ialah seseorang kembali menjadi lebih baik daripada sebelumnya dan tidak kembali kepada kemaksiatan."
Lalu, adakah istilah umroh mabrur? Jawabannya, ada.
Mabrur dalam Ibadah Umroh
Hadis yang masyhur menyebutkan:
"الحج المبرور ليس له جزاء إلا الجنة"
“Haji yang mabrur tidak ada balasan baginya selain surga”
Meski dalam hadits di atas menyebutkan bahwa mabrur untuk ibadah haji namun para ulama menggunakan istilah العمرة المبرورة (umroh mabrur) untuk umroh yang diterima oleh Allah. Imam Al-Munawi menjelaskan:
العمرة المبرورة هي المقبولة التي لا رياء فيها ولا سمعة ولا رفث ولا فسوق
"umroh yang mabrur adalah umroh yang diterima, yang tidak dicampuri riya', sum'ah, perkataan keji, maupun kefasikan."
Bagaimana Mendapat Umroh Mabrur?
Para ulama menjelaskan bahwa kemabruran umroh tidak hanya ditentukan oleh kesempurnaan manasik, tetapi juga oleh keikhlasan niat, mengikuti tuntunan Rasulullah ﷺ, menggunakan harta yang halal, memperbanyak zikir dan doa, menjaga lisan serta akhlak dan meninggalkan maksiat selama maupun setelah ibadah.
Al-Hasan Al-Bashri رحمه الله mengatakan:
علامة الحج المبرور أن يرجع العبد زاهدًا في الدنيا، راغبًا في الآخرة
"Tanda haji yang mabrur ialah seseorang kembali dengan hati yang lebih zuhud terhadap dunia dan lebih mencintai akhirat."
Makna ini juga berlaku pada umroh. Ciri-ciri umroh yang mabrur tampak dari perubahan perilaku setelah pulang: semakin menjaga sholat, semakin mencintai Al-Qur'an, lebih mudah meninggalkan dosa, semakin baik akhlaknya kepada keluarga, serta semakin giat dalam amal saleh. Jika setelah umroh seseorang tetap tenggelam dalam kebiasaan maksiat tanpa ada perubahan, maka ia perlu terus memperbaiki diri dan memohon agar amalnya diterima.
Pada akhirnya, kemabruran bukanlah gelar yang dapat dipastikan oleh manusia, melainkan karunia Allah bagi hamba yang ikhlas dan mengikuti sunnah Nabi ﷺ. Karena itu, jangan hanya sibuk mengejar perjalanan menuju Tanah Suci, tetapi jagalah agar sepulang dari sana, hati tetap hidup dalam ketaatan. Itulah hakikat umroh yang mabrur.
Bagi yang ingin melakukan perjalanan ibadah ke Tanah Suci, Anda dapat mempercayakan perjalanan ibadah haji dan umroh bersama jejak imani. jejak imani adalah travel haji dan umroh sejak tahun 2012 dengan nama PT JEJAK IMANI BERKAH BERSAMA yang sudah berizin resmi sebagai Penyelenggara Perjalanan Ibadah Umrah (PPIU) dan Penyelenggara Ibadah Haji Khusus (PIHK). Anda juga bisa menanyakanan dan konsultasi dengan tim jejak imani terkait kebutuhan selama ibadah di Tanah Suci.
Wallahua’lam bisshowab.
Dilihat 12 kali


