Fakta Patung Sphinx di Mesir, Kenapa Hidungnya Hilang?
07 November 2025 ditinjau oleh Tim Khidmat jejak imani

Sphinx merupakan patung kucing berkepala manusia yang menjadi landmark Mesir. Sphinx bukan sekadar patung yang dipahat oleh kejeniusan seni Mesir kuno; ia adalah simbol abadi Mesir dan bukti keagungan sejarah dan peradabannya. Ini bukan sekadar retorika kosong, melainkan fakta yang telah terbukti dan didukung oleh bukti arkeologis yang tak terbantahkan.
Selama ribuan tahun, patung ini telah membuat para sejarawan, arkeolog, dan wisatawan tak henti-hentinya bertanya: siapa yang membuatnya, untuk apa, dan kenapa hidungnya hilang?
Apa Itu Sphinx dan Apa Fungsinya?
Kata sphinx berasal dari mitologi kuno yang menggambarkan makhluk setengah manusia dan setengah singa. Namun di dalam kepercayaan Mesir kuno, Sphinx bukan makhluk jahat seperti dalam kisah Yunani, melainkan penjaga tempat suci dan lambang kekuasaan firaun. Kepala manusia melambangkan kebijaksanaan raja, sementara tubuh singa menunjukkan kekuatan dan keberanian.
Menurut Egyptian Monuments Authority, Sphinx dibangun untuk melindungi kompleks piramida dari kekuatan jahat, sekaligus menandai kekuasaan spiritual dan politik Mesir pada masa itu.
Adapun menurut sejarawan Mesir abad 14-15, Taqiyuddin Al Maqrizi disebutkan bahwa tujuan pembangunan Sphinx adalah sebagai jimat untuk mencegah air dari sungai Nil membanjiri kota Giza di masa pemerintahan Firaun Khafre. (Kitab Mawaidz I’tibar, 228).
Sejarah Singkat Sphinx
Para ahli sepakat bahwa Sphinx dibangun sekitar tahun 2558–2532 SM, pada masa pemerintahan Firaun Khafre (Dinasti ke-4). Patung ini dipahat langsung dari batu kapur alami di dataran Giza, bukan disusun dari blok batu seperti piramida. Artinya, seluruh tubuh Sphinx adalah satu batu utuh raksasa yang diukir dengan presisi luar biasa.
Dengan panjang sekitar 73 meter dan tinggi 20 meter, Sphinx menjadi salah satu pahatan monolit terbesar di dunia kuno. Al Maqrizi menyebutkan bahwa wajah Sphinx dulu pernah berwarna merah dan tubuhnya dihiasi pigmen-pigmen cerah. Bentuk wajah dan bagian wajahnya terpahat dengan sempurna layaknya wajah seorang pria yang sangat tampan. (Kitab Mawaidz I’tibar, 230)
Tujuan pembuatannya sangat mendalam: Firaun Khafre ingin memahat dirinya dalam wujud Sphinx sebagai simbol kekuasaan raja, yang mempersembahkan kurban kepada ayahnya, Khufu, yang disamakan dengan dewa Ra (matahari). Maka setiap kali matahari terbit dan terbenam, Sphinx seolah menjadi saksi ritual penghormatan kepada dewa matahari dan leluhur raja.
Fakta Menarik Tentang Sphinx
Beberapa hal unik tentang Sphinx yang jarang diketahui publik adalah sebagai berikut :
- Sphinx menghadap langsung ke timur, seolah menyambut matahari terbit setiap pagi. Hal ini juga menjadikan Sphinx sebagai bagian kuil matahari di barat sungai Nil.
- Sphinx dibangun di antara 2 Piramida besar (Piramida Kufu dan Piramida Khafre), melambangkan pelindung bagi arwah penghuni kedua piramida.
- Patung ini sempat terkubur pasir selama berabad-abad dan baru sepenuhnya digali pada abad ke-20.
- Dahulu, masyarakat Mesir percaya bahwa Sphinx memiliki kekuatan magis untuk melindungi mereka dari marabahaya yang ditimbulkan oleh Nil.
Sphinx, Bukan Nama Asli
Sejarawan Mesir, Samir Attallah menyebutkan bahwa terjadi perubahan nama dari Sphinx itu sendiri. Dalam kepercayaan Mesir kuno, Sphinx memiliki berbagai nama:
- Pada masa Kerajaan Lama (4500 tahun lalu), disebut “Ruti”, simbol kekuatan dan penjaga kesucian.
- Pada masa Kerajaan Baru, dikenal sebagai “Horus-em-Akhet” (حور إم أخت) yang berarti Horus di cakrawala, menggambarkan Dewa Horus yang melindungi di antara dua piramida besar, simbol terbit dan tenggelamnya matahari.
- Pada masa Kerajaan Tengah, disebut dengan “Shesep-ankh” berarti gambar hidup, yang kelak diyakini menjadi asal dari kata Yunani “Sphinx”.
- Dalam masa berikutnya, muncul nama “Horona”, yang dikaitkan dengan dewa perlindungan dari bangsa Kanaan.
Sedangkan dalam literatur Arab, Sphinx lebih dikenal dengan nama أبو الهول (Abu al-Houl). Nama Abu Al Houl sendiri menurut Al Maqrizi berasal dari bahasa koptik بلهيب (Balhib) atau بلهوبة (Balhubah) atau بلهوية (Balhuwiyah). Nama ini sendiri berasal dari istilah Mesir kuno پهور (Phur) atau پهورون (Phu-Ron) , yang berarti tempat atau rumah Horus. Saat bangsa Arab datang ke Mesir, pelafalannya berubah, sehingga kini dikenal sebagai “Abu al-Houl” yang bermakna “bapak yang menakutkan" atau "bapak yang mengagumkan.”
Lalu, Mengapa Sphinx Tak Berhidung?
Inilah misteri yang paling banyak dibicarakan. Banyak orang percaya bahwa hidung Sphinx hancur oleh meriam tentara Napoleon ketika menyerang Mesir pada tahun 1798. Tapi ternyata, teori ini salah. Lukisan awal abad ke-18 oleh pelancong Denmark, Frederik Norden, sudah menggambarkan Sphinx tanpa hidung. Artinya, kerusakan itu terjadi jauh sebelum Napoleon datang ke Mesir.
Nampaknya sumber yang mendekati valid adalah catatan sejarah dari Al-Maqrizi pada abad ke-14, ia menyebut bahwa ada seorang sufi bernama Muhammad Sa’im al-Dahr yang dengan sengaja merusak hidung Sphinx pada tahun 780 H karena marah kepada masyarakat yang bermaksud membasmi kesyirikan di tengah masyarakat muslim Mesir di masa tersebut. Mereka kerap menyajikan sesajen maupun menghormat kepada Sphinx karena dianggap memiliki magis. Maka Muhammad Sa’im al-Dahr pun akhirnya merusak hidung Sphinx sebagai pembuktian bahwa Sphinx tidak mendatangkan kebaikan maupun keburukan apapun kepada manusia layaknya batu biasa. (Kitab Mawaidz I’tibar, 230)z
Lalu kenapa hidung? Bagi bangsa Arab, hidung adalah lambang kehormatan dan keagungan. Terbukti dengan kebiasaan bangsa Arab sejak masa itu yang mana ketika menyapa dan bersalaman dengan hormat dan cinta, mereka saling menempelkan hidung mereka masing-masing. Apa yang dilakukan Muhammad Sa’im Al-Dahr juga adalah sebuah simbol bahwa kelak patung tanpa hidung ini hanya patung biasa yang tak memiliki kehormatan apapun.
Itulah sejarah dari patung Sphinx, dengan belajar sejarah kita bisa mengambil hikmah dari setiap peristiwa. Anda juga dapat belajar sejarah sekaligus napak tilas langsung ke tempat-tempat yang menjadi saksi perjuangan. Bersama jelajah dunya, Anda bisa napak tilas langsung dan belajar sejarah ke beberapa negara. Tentunya tak perlu repot-repot menyiapkan itinerary, akomodasi hingga transportasi karena semua sudah disiapkan oleh tim jelajah dunya.
Tunggu apalagi? Yuk segera konsultasikan kebutuhan Anda bersama tim jelajah dunya.
Dilihat 1843 kali


