Ini Amalan Muharram, Jangan Keliru Rayakan Tahun Baru Islam
15 June 2026 ditinjau oleh Tim Khidmat jejak imani

Bulan Muharram merupakan salah satu dari empat bulan haram yang dimuliakan oleh Allah ﷻ. Bulan pertama dalam kalender Hijriah yang menandai pergantian tahun baru Islam. Penanggalan Hijriah sendiri ditetapkan pada masa Khalifah Umar bin Khattab dengan menjadikan peristiwa hijrah Nabi Muhammad ﷺ sebagai titik awal perhitungan tahun.
Bulan Muharram bukan sekadar penanda pergantian waktu, tetapi juga momentum untuk merefleksikan nilai-nilai hijrah, memperbaiki diri, dan memperbarui komitmen dalam menjalankan ajaran Islam. Pada bulan-bulan yang mulia ini, umat Islam dianjurkan untuk semakin memperbanyak amalan-amalan di bulan Muharram dan menjaga diri dari segala bentuk dosa dan kemaksiatan.
Amalan-Amalan Sunnah di Bulan Muharram
Memasuki tahun baru Hijriah hendaknya tidak hanya menjadi momentum pergantian angka tahun, ataupun ajang untuk merayakannya dengan hura-hura dan kemaksiatan, tetapi seharusnya menjadi kesempatan untuk memperbaiki keimanan dan meningkatkan ketaatan kepada Allah ﷻ. Sebagai salah satu bulan yang dimuliakan, Muharram merupakan waktu yang sangat baik untuk memperbanyak amal saleh dan mendekatkan diri kepada-Nya.
Di antara amalan yang dianjurkan pada bulan Muharram adalah sebagai berikut:
1. Memperbanyak Amal Saleh
Bulan Muharram termasuk salah satu dari empat bulan haram yang dimuliakan Allah ﷻ. Karena itu, ia menjadi momentum yang sangat berharga bagi seorang muslim untuk memperbanyak amal saleh dan mendekatkan diri kepada-Nya. Pada bulan yang mulia ini, setiap ketaatan memiliki nilai yang lebih agung di sisi Allah.
Para Ulama di antaranya Ibnu Abbas radhiyallahu 'anhuma menjelaskan bahwa Allah mengkhususkan empat bulan haram dengan kemuliaan yang istimewa, sehingga amal saleh yang dikerjakan di dalamnya lebih besar pahalanya. Karena itu, para salaf sangat memperhatikan waktu-waktu mulia seperti Muharram untuk memperbanyak ibadah dan berbagai bentuk kebaikan.
Maka sudah sepatutnya Muharram menjadi awal yang baik untuk memperbanyak tilawah Al-Qur'an, puasa sunnah, sedekah, dzikir, istighfar, serta berbagai amal yang dapat mendekatkan diri kepada Allah. Jika awal tahun diisi dengan ketaatan, semoga Allah memberikan keberkahan pada hari-hari yang akan dilalui sepanjang tahun.
2. Menjauhi Maksiat dan Kezaliman
Selain memperbanyak kebaikan, seorang muslim hendaknya lebih berhati-hati dari dosa dan kezaliman, baik terhadap dirinya sendiri maupun terhadap orang lain. Sebab, kemaksiatan yang dilakukan pada waktu-waktu yang mulia memiliki dampak yang lebih besar dibandingkan pada waktu lainnya.
Allah berfirman:
فَلَا تَظْلِمُوا فِيهِنَّ أَنْفُسَكُمْ
"Maka janganlah kamu menzalimi dirimu dalam bulan-bulan itu." (QS. At-Taubah: 36)
Dalam menafsirkan ayat ini, Ibnu Katsir berkata: "Maksudnya, pada bulan-bulan tersebut (bulan-bulan haram), perbuatan dosa lebih ditekankan larangannya dan lebih besar akibat dosanya dibandingkan pada bulan-bulan yang lain."
Qatadah berkata: Sesungguhnya kezaliman pada bulan-bulan haram lebih besar kesalahan dan dosanya daripada pada bulan-bulan selainnya. Meskipun kezaliman dalam keadaan apa pun adalah perkara yang besar, namun Allah mengagungkan sebagian urusan-Nya sesuai kehendak-Nya."
Atsar ini sering dijadikan landasan oleh para ulama untuk menjelaskan bahwa bulan-bulan haram memiliki kemuliaan khusus, sehingga seorang muslim hendaknya lebih bersungguh-sungguh dalam ketaatan dan lebih berhati-hati dari dosa pada bulan-bulan tersebut.
Singkatnya, jika pahala kebaikan dilipatgandakan pada waktu-waktu yang mulia ini, maka sudah sepantasnya seorang muslim berlomba memperbanyak amal saleh dan mendekatkan diri kepada Allah. Sebaliknya, karena dosa dan kemaksiatan juga semakin berat akibatnya, hendaknya ia lebih menjaga diri, bertakwa kepada Allah, serta menjauhi segala yang diharamkan-Nya.
3. Memperbanyak Puasa Sunnah di Bulan Muharram
Amalan yang paling utama pada bulan Muharram adalah memperbanyak puasa sunnah.
Rasulullah ﷺ bersabda:
أَفْضَلُ الصِّيَامِ بَعْدَ رَمَضَانَ شَهْرُ اللَّهِ الْمُحَرَّمُ
"Puasa yang paling utama setelah puasa Ramadan adalah puasa pada bulan Allah, yaitu Muharram." (HR. Muslim)
Hadis ini menunjukkan besarnya keutamaan puasa di bulan Muharram. Meskipun tidak harus berpuasa sebulan penuh, semakin banyak hari yang digunakan untuk berpuasa maka semakin baik.
4. Berpuasa pada Hari Asyura (10 Muharram)
Di antara hari yang paling utama pada bulan Muharram adalah hari Asyura, yaitu tanggal 10 Muharram.
Rasulullah ﷺ bersabda:
صِيَامُ يَوْمِ عَاشُورَاءَ أَحْتَسِبُ عَلَى اللَّهِ أَنْ يُكَفِّرَ السَّنَةَ الَّتِي قَبْلَهُ
"Puasa pada hari Asyura, aku berharap kepada Allah agar dapat menghapus dosa-dosa setahun yang lalu." (HR. Muslim)
Keutamaan ini menunjukkan betapa besarnya rahmat Allah bagi hamba-Nya yang berpuasa tersebut dengan penuh keimanan dan keikhlasan.
5. Menyertakan Puasa Tasu'a (9 Muharram) atau 11 Muharram
Rasulullah ﷺ tidak hanya menganjurkan puasa pada tanggal 10 Muharram, tetapi juga menginginkan agar kaum Muslimin berbeda dari kebiasaan kaum Yahudi yang hanya berpuasa pada tanggal tersebut.
Beliau bersabda:
لَئِنْ بَقِيتُ إِلَى قَابِلٍ لَأَصُومَنَّ التَّاسِعَ
"Jika aku masih hidup sampai tahun depan, sungguh aku akan berpuasa pada hari kesembilan." (HR. Muslim)
Para ulama menganjurkan untuk berpuasa tanggal 9 dan 10 Muharram (Tasu'a dan Asyura). Sebagian ulama juga membolehkan menambahkan tanggal 11 Muharram sehingga menjadi puasa 9–10 atau 10–11, bahkan yang paling sempurna adalah berpuasa pada tanggal 9, 10, dan 11 Muharram sekaligus.
Kesimpulan
Muharram mengajarkan kepada kita bahwa pergantian tahun dalam Islam bukanlah sekadar perpindahan angka dalam kalender, melainkan momentum untuk melakukan hijrah menuju kehidupan yang lebih baik. Sebagaimana hijrah Rasulullah ﷺ menjadi titik awal penanggalan Islam, setiap datangnya Muharram hendaknya menjadi pengingat bagi kita untuk meninggalkan kebiasaan buruk, memperbaiki hubungan dengan Allah dan sesama manusia, serta memperbarui tekad dalam menapaki jalan ketaatan. Keutamaan bulan ini semakin sempurna dengan hadirnya hari Asyura, hari yang mengingatkan kita akan besarnya pertolongan Allah kepada hamba-hamba-Nya yang beriman dan kemenangan kebenaran atas kebatilan.
Karena itu, marilah kita menyambut Muharram dengan memperbanyak amal saleh, menjauhi maksiat, serta menghidupkan sunnah-sunnah yang diajarkan Rasulullah ﷺ, terutama puasa di bulan Muharram dan puasa Asyura. Jangan sampai bulan yang mulia ini berlalu begitu saja tanpa meninggalkan bekas dalam hati dan amal kita. Semoga Allah ﷻ menjadikan tahun baru Hijriah ini sebagai awal yang penuh keberkahan, mengampuni dosa-dosa yang telah lalu, serta memberikan kepada kita kekuatan untuk menjadi hamba yang lebih bertakwa dan lebih dekat kepada-Nya.
Semoga Allah mudahkan kita untuk bisa mengerjakan sunnah Rasulullah, sebagai langkah terbaik untuk mendekatkan diri pada-Nya. Selain puasa, salah satu amalan sunnah yang dapat dilakukan di bulan Muharram adalah umroh.
Bagi yang ingin melakukan perjalanan ibadah ke Tanah Suci, Anda dapat mempercayakan perjalanan ibadah haji dan umroh bersama jejak imani.
jejak imani adalah travel haji dan umroh sejak tahun 2012 dengan nama PT JEJAK IMANI BERKAH BERSAMA yang sudah berizin resmi sebagai Penyelenggara Perjalanan Ibadah Umrah (PPIU) dan Penyelenggara Ibadah Haji Khusus (PIHK) dari Kemenag. Anda juga bisa menanyakanan dan konsultasi dengan tim jejak imani terkait kebutuhan selama ibadah umroh di Tanah Suci.
Wallahu a’lam.
Dilihat 41 kali


