Ingin dapat penawaran khusus untuk Anda? Konsultasi sekarang!

5 Peristiwa Penting Pada Bulan Safar

09 July 2026 ditinjau oleh Tim Khidmat jejak imani

article-thumbnail

Bulan Safar, bulan kedua dalam kalender Hijriyah. Safar berasal dari kata Shifr yang berarti kosong. Bulan ini dinamakan Shofar atau Shifr, karena pada bulan ini bangsa Arab mengosongkan rumah-rumah mereka yang beralih ke medan perang. Banyak peristiwa perang terjadi di bulan Safar.

Berikut peristiwa penting bagi umat Islam yang terjadi pada bulan Safar:

1. Perang Al-Abwa atau Waddan

Perang ini merupakan pertempuran pertama yang melibatkan pasukan Muslim dan Nabi Muhammad ﷻ. Penyergapan Kafilah berlangsung 623-624 SM, yang kemudian menyebabkan terjadinya Perang Badar. Ibnul Qoyyim mengatakan, Nabi Muhammad ﷻ berperang sendiri dalam perang 'Abwan' atau dikenal dengan 'Waddan' terjadi pada bulan Safar, dua belas bulan dari peristiwa Hijriyah. Sahabat membawa bendera perang adalah Hamzah bin Abdul Mutholib berwana putih. Yang menggantikan di Madinah adalah Sa'ad bin Ubadah. Orang-orang Muhajirin keluar khusus untuk menghadang barang dagangan Quraisy. Mereka tidak mendapatkan tipu daya.

Dalam perang ini, Nabi Muhammad ﷻ mengambil perjanjian Makhsyi bin Amr Ad-Dumari pemimpin Bani Dumar untuk tidak menyerang Bani Dumar dan mereka tidak menyerang (kaum muslimin), tidak mengumpulkan (pasukan) dan tidak membantu musuh. Perdamaian itu ditulis antara beliau dan mereka dalam suatu perjanjian.

2. Penaklukan Kaum Yahudi di Perang Khaibar

Perang Khaibar adalah pertempuran yang terjadi antara umat Islam yang dipimpin Nabi Muhammad ﷻ dengan umat Yahudi yang hidup di Madinah. Perang ini terjadi di oasis Khaibar, sekitar 150 Km dari Madinah atau sejauh tiga hari perjalanan dari Madinah. Pertempuran ini terjadi selama dua pekan dan berakhir dengan kemenangan umat Islam. Ibnul Qoyyim berkata, "Sesungguhnya Rasulullah ﷺ berangkat (maksudnya ke Khaibar) di akhir bulan Muharam bukan di awalnya dan ditaklukkan pada bulan Shafar." (Zadul Ma’ad, 3/339-340).

3. Penaklukan Persia

Peristiwa ini terjadi pada masa kekhalifahan Umar bin Khatab radhiadllahu 'anhu pada bulan Safar tahun ke-16 Hijriyah. Kaum muslimin di bawah pimpinan Sa'ad bin Abi Waqash memperoleh kemenangan atas Persia. Sebelumnya kaum muslimin berperang hebat di Qadisiyah (Irak) serta menduduki istananya. Saad Bin Abi Waqash sebelumnya sempat mengalami luka cukup parah akibat pertempuran. Namun pertempuran berhasil dimenangkan kaum muslimin.

4. Wafatnya Pembebas Baitul Maqdis Sholahuddin Al-Ayyubi

Pahlawan pembebas Baitul Maqdis Sholahuddin Al-Ayubi mengembuskan nafas terakhir pada bulan Safar Tahun 859 Hijriyah atau Februari 1455 di Damaskus. Beliau wafat hanya memiliki kain kafan dan uang senilai 66 dirham nasirian (mata uang Suriah pada waktu itu). Menjelang wafatnya beliau menyampaikan pesan luar biasa: "Jangan tumpahkan darah, sebab darah yang terpecik tak akan pernah tidur". Beliau meninggalkan penasihat yang menjadi ulama terkenal yakni Ibnu Qudamah, Ibnu Az-Zaki Asy-Syafi’i, dan Ibnu Naja' al-Qadiri al-Hambali.

5. Jatuhnya Kota Baghdad ke Tangan Pasukan Mongol

Kota Baghdad dikenal dengan kota ilmu dan pusat pemerintahan Bani Abbasiyah. Pada tanggal 9 Shafar Tahun 565 H (14 Februari 1258 M), tentara Mongol berkekuatan sekitar 200.000 berhasil menduduki Kota Baghdad. Khalifah Al-Mu'tashim, penguasa terakhir Bani Abbasiyah di Baghdad tidak berdaya dan tidak mampu membendung tentara Hulughu Khan. Tentara tartar ini membantai dan menghancurkan seluruh isi Kota Baghdad termasuk produk ilmu pengetahuan. Jatuhnya Baghdad menandakan runtuhnya Daulah Bani Umayah.

Semoga dari pembahasan ini, Anda dapat mengetahui peristiwa penting yang terjadi pada bulan Safar dan dapat menjadi pembelajaran penting untuk Anda dalam memahami makna pada bulan Safar. Insya Allah, kita semua selalu dalam keadaan sehat dan semakin bertaqwa kepada kepada Allah ﷻ.

Mari pelajari kisah-kisah seputar Islam lainnya seperti kisah manusia paling mesra dengan Allah ﷻ yaitu Nabi Ibrahim dengan bimbingan langsung oleh Ustadz H. Salim A. Fillah selama umroh bersama jejak imani. Anda bisa sekaligus meraih ketenangan dalam hidup dengan mempelajari sirah kehidupan syarat hikmah dari Nabi Ibrahim. Segera konsultasi kebutuhan ibadah Anda dengan tim CSO jejak imani.

Dilihat 219 kali