Puasa Arafah Bisa Hapus Dosa 2 Tahun, Ini Haditsnya
24 May 2026 ditinjau oleh Tim Khidmat jejak imani

Hari-hari terbaik yang penuh keberkahan itu kini kembali datang. Kita sedang berada di sepuluh hari pertama bulan Dzulhijjah, hari-hari mulia yang oleh Rasulullah ﷺ disebut sebagai waktu yang paling dicintai Allah untuk memperbanyak amal saleh.
Keistimewaan sepuluh hari Dzulhijjah juga semakin agung karena di dalamnya terdapat hari Arafah, hari ketika jutaan jamaah haji berkumpul di Padang Arafah untuk berwukuf dan bermunajat kepada Allah ﷻ. Hari Arafah adalah hari yang sangat istimewa; doa-doa yang dipanjatkan pada hari itu merupakan sebaik-baik doa, dan Allah membanggakan para jamaah haji yang berwukuf di hadapan para malaikat-Nya serta melimpahkan ampunan kepada mereka.
Namun, kasih sayang Allah tidak hanya diperuntukkan bagi mereka yang sedang berhaji. Bagi kaum muslimin yang tidak berada di Arafah, Allah menghadiahkan amalan agung yang menjadi sebab dihapuskannya dosa-dosa dan dikabulkannya berbagai harapan, yaitu puasa Arafah. Dengan menjalankan puasa Arafah dengan penuh keimanan dan keikhlasan, seorang hamba dapat meraih limpahan rahmat serta ampunan dari Allah ﷻ.
Dalam fatwanya, Syaikh Muhammad bin Shalih al-Utsaimin menjelaskan bahwa puasa Arafah sangat dianjurkan bagi yang tidak berhaji, sedangkan bagi jamaah haji yang sedang wukuf lebih utama tidak berpuasa agar memiliki kekuatan untuk berdoa dan beribadah di Arafah.
Keutamaan Hari Arafah
Berdasarkan hadis yang sahih, keutamaan beramal pada hari Arafah bahkan melebihi keutamaan jihad di jalan Allah, kecuali jihad yang dilakukan dengan pengorbanan jiwa dan seluruh harta.
Imam Ibnul Qayyim dalam Zad al-Ma’aad menyebutkan bahwa keutamaan hari Arafah menunjukkan luasnya rahmat Allah kepada hamba-hamba-Nya, karena pada hari tersebut Allah melimpahkan ampunan dan membebaskan banyak manusia dari api neraka.
Senada dengan itu, dalam Lathaif al-Ma'arif Ibnu Rajab al-Hanbali menjelaskan bahwa hari Arafah merupakan hari pembebasan dari api neraka dan hari terkabulnya doa. Beliau mengatakan: “Hari Arafah adalah hari pengampunan dosa, pembebasan dari neraka, dan kebanggaan Allah terhadap أهل الموقف (jamaah haji yang sedang wukuf di Arafah).”
Kapan Puasa Arafah 2026?
Puasa Arafah selalu dilakukan pada 9 Dzulhijjah ketika jamaah haji sedang berwukuf di Arafah. Puasa Arafah tahun ini insya Allah akan dilaksanakan pada tanggal 9 Dzulhijjah 1447 H, bertepatan dengan hari Selasa, 26 Mei 2026. Penetapan tersebut berdasarkan hasil sidang isbat yang diumumkan oleh Menteri Agama Republik Indonesia, Prof. Nasaruddin Umar.
Niat Puasa Arafah
Dalam ibadah puasa, niat merupakan amalan hati yang menjadi syarat utama sahnya ibadah. Para ulama sepakat bahwa tempat niat adalah di dalam hati, namun melafalkannya diperbolehkan sebagai bentuk membantu menghadirkan keyakinan dan memantapkan niat sebelum beribadah. Adapun lafadz niat puasa Arafah adalah sebagai berikut:
نَوَيْتُ صَوْمَ يَوْمِ عَرَفَةَ سُنَّةً لِلَّهِ تَعَالَى
"Nawaitu shouma yaumi 'arafata sunnatal lillaahi ta'aalaa."
Artinya: “Saya berniat melaksanakan puasa sunnah Arafah karena Allah Ta’ala.”
Keutamaan Puasa Arafah
Dalam sebuah hadis yang diriwayatkan oleh Imam Muslim dan para imam hadis lainnya, Rasulullah ﷺ bersabda:
«صِيَامُ يَوْمِ عَرَفَةَ، أَحْتَسِبُ عَلَى اللَّهِ أَنْ يُكَفِّرَ السَّنَةَ الَّتِي قَبْلَهُ، وَالسَّنَةَ الَّتِي بَعْدَهُ»
Artinya: “Puasa pada hari Arafah, aku berharap kepada Allah agar dapat menghapus dosa setahun yang lalu dan setahun yang akan datang.” (HR. Muslim)
Dalam menjelaskan hadis ini, Imam an-Nawawi menyebutkan bahwa yang dimaksud penghapusan dosa dalam puasa Arafah adalah dosa-dosa kecil. Adapun dosa besar memerlukan taubat khusus. Beliau berkata: “Puasa Arafah menghapus dosa dua tahun, yaitu dosa-dosa kecil.”
Namun demikian, hadis ini secara tegas menunjukkan betapa agungnya keutamaan puasa Arafah, karena dengan rahmat Allah, seorang hamba berpeluang mendapatkan pengampunan dosa selama dua tahun. Sebuah karunia besar yang menunjukkan luasnya kasih sayang Allah kepada hamba-hamba-Nya yang bersungguh-sungguh dalam beribadah.
Selain berpuasa, kaum muslimin juga dianjurkan untuk memperbanyak berbagai amal saleh pada sepuluh hari pertama bulan Dzulhijjah, terlebih lagi pada hari Arafah. Amal-amal seperti shalat sunnah, sedekah, dzikir, membaca Al-Qur’an, dan berbagai bentuk kebaikan lainnya sangat dicintai oleh Allah سبحانه وتعالى pada hari-hari tersebut. Rasulullah ﷺ bersabda:
«مَا مِنْ أَيَّامٍ الْعَمَلُ الصَّالِحُ فِيهَا أَحَبُّ إِلَى اللَّهِ مِنْ هَذِهِ الْأَيَّامِ» يَعْنِي أَيَّامَ الْعَشْرِ، قَالُوا: يَا رَسُولَ اللَّهِ، وَلَا الْجِهَادُ فِي سَبِيلِ اللَّهِ؟ قَالَ: «وَلَا الْجِهَادُ فِي سَبِيلِ اللَّهِ، إِلَّا رَجُلٌ خَرَجَ بِنَفْسِهِ وَمَالِهِ، فَلَمْ يَرْجِعْ مِنْ ذَلِكَ بِشَيْءٍ»
Artinya: “Tidak ada hari-hari di mana amal saleh pada saat itu lebih dicintai Allah daripada hari-hari ini,” yaitu sepuluh hari pertama Dzulhijjah. Para sahabat bertanya, “Wahai Rasulullah, bahkan tidak juga jihad di jalan Allah?” Beliau menjawab, “Tidak juga jihad di jalan Allah, kecuali seseorang yang keluar berjihad dengan jiwa dan hartanya lalu tidak kembali dengan membawa apa pun.” (HR. Bukhari)
Hadis ini menggambarkan betapa besarnya kemuliaan sepuluh hari pertama Dzulhijjah, sehingga setiap muslim sudah sepatutnya memanfaatkannya dengan memperbanyak ibadah dan mendekatkan diri kepada Allah ﷻ.
Ibnu Hajar al-Asqalani berkata dalam Fath al-Bari bahwa keistimewaan sepuluh hari pertama Dzulhijjah terletak pada berkumpulnya berbagai ibadah besar di dalamnya, seperti salat, puasa, sedekah, haji, dan dzikir, sesuatu yang tidak terkumpul pada waktu lain.
Kesimpulan
Sepuluh hari pertama bulan Dzulhijjah merupakan kesempatan yang sangat berharga yang Allah hadirkan setiap tahun agar kaum muslimin semakin mendekatkan diri kepada-Nya melalui berbagai amal kebaikan. Di antara seluruh waktu yang dimuliakan dalam Islam, hari-hari ini memiliki kedudukan yang sangat agung, terlebih dengan hadirnya hari Arafah yang penuh rahmat, ampunan dan keberkahan. Dengan puasa Arafah, seorang hamba diberi peluang besar untuk meraih penghapusan dosa serta memperbaiki hubungan dengan Allah ﷻ melalui ibadah yang dilakukan dengan penuh keikhlasan dan pengharapan.
Oleh karena itu, jangan sampai kesempatan mulia hari Arafah berlalu begitu saja tanpa diisi dengan amal terbaik. Mari sambut hari Arafah dengan hati yang penuh harap kepada ampunan Allah, memperbanyak doa, dzikir, membaca Al-Qur’an, serta menjaga keikhlasan dalam setiap ibadah yang dilakukan.
Semoga puasa Arafah yang kita tunaikan menjadi sebab turunnya rahmat, diangkatnya berbagai kesulitan, dikabulkannya doa-doa terbaik, dan Allah ﷻ memasukkan kita ke dalam golongan hamba-hamba-Nya yang mendapatkan keberuntungan serta keselamatan di dunia dan akhirat. Aamiiin Yaa Rabbal ‘aalamiiin.
Semoga kita sebagai umat Muslim tak hanya berkesempatan puasa Arafah saja namun juga berkesempatan untuk wukuf di Arafah di tahun mendatang. Bagi Anda yang memiliki impian untuk segera melaksanakan ibadah haji, Anda bisa mempercayakannya bersama jejak imani yang memiliki program haji dengan masa tunggu lebih cepat dan telah berizin resmi sebagai Penyelenggara Ibadah Haji Khusus (PIHK). Segera konsultasikan dengan tim CSO jejak imani terkait kebutuhan selama ibadah di Tanah Suci.
Wallahu a’lam.
Dilihat 60 kali


