Ingin dapat penawaran khusus untuk Anda? Konsultasi sekarang!

Bangun Asrama Tahfidz dari Memulung, Ini Kisah Ustadz Sariin

17 July 2026 ditinjau oleh Tim Khidmat jejak imani

article-thumbnail

Di suatu daerah di Tangerang Selatan terdapat asrama tahfidz yang didirikan oleh seorang ustadz dengan latar belakang sebagai pemulung. Pendiri asrama tahfidz tersebut bernama Ustadz Sariin. Beliau mendirikan asrama tahfidz di tanah wakaf yang kemudian dibangun dari hasil beliau menjadi pengepul barang bekas. Tak hanya soal materi, beliau juga mengabdikan hidupnya untuk mendidik anak-anak yatim dan dhuafa melalui asrama tahfidz tersebut.

Melihat dedikasinya yang luar biasa terhadap pendidikan umum dan Al-Qur’an untuk anak-anak yang tidak mampu, maka jejak imani ingin mewujudkan salah satu mimpi dari Ustadz Sariin yakni berangkat ibadah umroh. Ustadz Sariin dan istri insyaAllah akan berangkat umroh bersama jejak imani pada 16 Juli 2026.

Simak kisah Ustadz Sariin dan asrama tahfidz untuk anak-anak yang tidak mampu.

Kisah Abi Sariin dan Asrama Tahfidz

Ustadz Sariin dan akrab dipanggil Abi Sariin oleh para santrinya. Ia adalah seorang pemulung yang berhasil membangun tempat tinggal dan rumah belajar Al-Quran untuk anak yatim piatu, dhuafa dan anak terlantar.

Ustadz Sariin dulunya disibukkan dengan memulung dari pagi sampai jam tujuh malam. Sejak saat itu ia memiliki mimpi untuk membuat panti atau rumah tahfidz supaya orang-orang yang hidupnya kurang beruntung, yatim atau dhuafa, tidak mengalami apa yang Abi Sariin alami.

Abi Sariin sudah menjadi yatim sejak kecil, ayahnya telah meninggal sejak ia duduk di kelas 5 SD. Saat itu ia harus berjuang untuk menghidupi dirinya sendiri dengan siram tanaman dan cuci mobil mendatangi rumah orang-orang yang punya mobil. Yang menjadi motivasi beliau untuk terus berjuang pada saat itu yakni amanah almarhum ayahandanya untuk menjadi seorang guru.

Perjuangannya untuk menjadi seorang guru terus berlanjut, ia memutuskan untuk menjadi seorang pemulung dengan mengesampingkan ego dan rasa malunya. Ia juga membeli gerobak bertuliskan “Bertaqwa, Berdaya dan Berkarya.” sebagai motivasi hidupnya supaya menjadi orang bertakwa, hidup berlandaskan Al-Qur'an dan sunnah, berkarya dan berdaya agar ketika di masyarakat tidak menjadi beban tanggungan orang lain.

Kerja keras dan kegigihan Ustadz Sariin dalam mewujudkan mimpinya mulai membuahkan hasil. Dari hasil kerja kerasnya tersebut, Ustadz Sariin mulai mencicil membeli bahan bangunan seperti pasir dan batu serta perlahan membangun rumah tahfidz secara bertahap secara mandiri sedangkan untuk lahannya didapat dari tanah wakaf. Bahkan di awal-awal pembangunan rumah tahfidz, menggunakan barang dari hasil memulung seperti sprei untuk sekat tiap kamarnya karena anak-anak belum baligh. Dengan berjalannya waktu dan berkembangnya usaha Ustadz Sariin, rumah tahfidz kini telah berhasil dibangun dan ditinggali dengan layak oleh anak yatim maupun dhuafa.

ustadz sariin bangun asrama tahfidz
Asrama tahfid yang dibangun Ustadz Sariin

tempat mengmpulkan sampah ustadz sariin
Tempat mengumpulkan hasil barang bekas

Ia juga memiliki mimpi supaya santrinya bisa bersekolah minimal hingga SMA. Saat ini sudah ada beberapa santrinya yang lulus dari asrama tahfidz karena telah menuntaskan pendidikan SMA.

“Semoga mereka bisa menjadi pribadi mandiri, motivasi dan inspirasi bagi adik-adiknya. Jadikan apa yang telah didapat, pengalaman, pembelajaran dan mungkin pengalaman selama di pondok itu dapat diamalkan dan dapat ditularkan selama itu baik. Yang terbaik yakni kelak menjadi agen perubahan minimal untuk diri sendiri, keluarga, masyarakat dan insyaAllah bangsa dan negara. Itu insyaallah mimpi-mimpi dan harapan saya kepada adik-adik yang telah menjadi alumni.” ucap Ustadz Sariin.

Saat ini Ustadz Sariin tak hanya membantu anak-anak yang tidak mampu namun juga banyak menopang janda-janda lansia, orang-orang putus sekolah hingga orang-orang berobat yang tidak mampu membeli obat.

Alhamdulillah sandang, pangan dan papan di asrama tahfidz tercukupi. Biaya operasional asrama tahfidz masih berasal dari hasil mengumpulkan barang bekas serta ditambah dengan beberapa bantuan untuk biaya SPP, listrik hingga bantuan pangan.

Abi Sariin Raih Mimpi Umrohnya ke Baitullah bersama jejak imani

Pergi umroh sudah menjadi impian Ustadz Sariin dan sang istri. Prioritas mereka berdua hingga saat ini yakni untuk memenuhi kebutuhan pokok dan pendidikan santri di asrama tahfidz.

“Mungkin cuman bermimpi saja ya, pergi ke Baitullah. Selama ini mungkin hanya di sajadah yang bisa saya lihat.” tambahnya.

Keikhlasan dan perjuangan tanpa pamrih inilah yang menggerakkan hati jejak imani selaku travel umroh untuk memberikan apresiasi tertinggi dengan mengumrohkan Ustadz Sariin beserta sang istri tercinta. Perjalanan umroh pada 16 juli lalu mungkin menjadi buah kesabaran dan keikhlasan mereka berdua selama ini, sekaligus mewujudkan impian yang sudah lama mereka gantungkan sejak dulu untuk bisa menginjakkan kaki dan bersujud bersama di Baitullah.

“Alhamdulillah saya sangat bersyukur kepada Allah melalui jejak imani yang memberikan hadiah umroh untuk berkunjung ke Baitullah, menunaikan ibadah umroh. Ini suatu yang sangat surprise dan mungkin menjadi hadiah terbesar di dalam hidup saya.

tidak bisa mengukir kata-kata hanya lantunan doa semoga jejak imani, direksi staf karyawannya senantiasa diberikan keberkahan, kesuksesan dalam melayani tamu-tamu Allah.” Ucap Ustadz Sariin.

“Umi yang selama ini hanya melayani santri dan enggak ke mana-mana sangat nggak ngeduga. jalan-jalan jauhnya bukan ke tempat wisata tapi langsung ke Baitullah, rumah yang dirahmati Allah, tanah yang diberkahi.” jawab istri Ustadz Sariin ketika mengetahui diberi umroh gratis oleh jejak imani.

Mari kita doakan semoga perjalanan ibadah umroh pertama kali Ustadz Sariin dan sang istri berjalan lancar serta lebih nyaman bersama jejak imani.

Terima kasih Ustadz Sariin dan istri sudah mengupayakan untuk mengubah hidup banyak anak-anak yang tidak mampu. Terima kasih telah menjaga ayat-ayat Allah di hati para santri.

Dilihat 136 kali