Panduan Manasik Umroh, Apa Saja Kegiatannya?
03 July 2026 ditinjau oleh Tim Khidmat jejak imani

Pergi ibadah umroh ke Makkah dan Madinah merupakan impian setiap umat Muslim. Apabila mendapat kesempatan ibadah umroh, maka lakukan dengan sungguh-sungguh supaya ibadah sah. Calon jamaah biasanya dibekali pembekalan manasik umroh sebelum keberangkatan sebagai panduan dan simulasi ibadah.
Dengan memahami urutan ibadah secara teori dan praktik lewat manasik umroh insyaAllah dapat mengurangi rasa khawatir dan kesalahan saat ibadah umroh di Tanah Suci. Mari kita pahami apa saja yang dilakukan saat manasik umroh.
%umroh%
Apa Itu Manasik Umroh?
Manasik dalam KBBI merujuk pada ibadah haji. Arti manasik adalah peragaan pelaksanaan ibadah haji sesuai dengan rukun-rukunnya (biasanya menggunakan Ka’bah tiruan dan sebagainya). Namun dengan semakin meningkatnya jumlah jamaah umroh, maka manasik juga diadakan untuk ibadah umroh.
Manasik umroh menjadi bimbingan teori dan simulasi praktis rukun-rukun ibadah sebelum jamaah melakukan keberangkatan ke Tanah Suci. Manasik umroh biasanya lebih singkat dibandingkan manasik haji karena durasi perjalanannya yang singkat serta rangkaian ibadahnya yang lebih sedikit.
Panduan Lengkap Manasik Umroh, Cek di Sini
Apa Saja Kegiatan Manasik Umroh?
Manasik umroh diisi dengan teori mulai dari teknis keberangkatan, fiqih thaharah dan sholat hingga fiqih umroh. Manasik umroh dibimbing langsung oleh tour leader yang mana merupakan ustadz pembimbing yang mumpuni dan insyaAllah sesuai syariat. Setelah cukup memahami teori-teori manasik umroh, jamaah akan dipandu untuk mempraktekannya. Berikut merupakan kegiatan dan materi manasik umroh yang didapatkan calon jamaah umroh.
Teknis keberangkatan
Materi manasik pertama yakni teknis keberangkatan. Mungkin materi ini tidak begitu sulit seperti fiqih, namun calon jamaah tetap perlu memperhatikan manasik umroh ini karena keberangkatan menjadi awal menuju Tanah Suci sebelum melaksanakan ibadah umroh. Jangan sampai calon jamaah gagal berangkat karena melewatkan materi manasik ini.
Materi teknis keberangkatan membahas seputar jadwal keberangkatan, barang-barang yang perlu dibawa ke Tanah Suci terutama hal-hal yang perlu disiapkan pribadi (seperti steker 3 kaki), pakaian dan barang yang digunakan di beberapa kegiatan dan info-info lainnya terkait kondisi Tanah Suci seperti cuaca hingga aturan terbaru Pemerintah Arab Saudi.
Fiqih thaharah dan sholat
Materi manasik selanjutnya yakni fiqih thaharah dan sholat. Thaharah merupakan bersuci dari hadats kecil maupun hadats besar, hal ini penting diketahui setiap jamaah karena salah satu syarat sah tawaf umroh sama seperti sholat yakni suci dari hadats kecil dan besar. Teori fiqih bersuci yang dibahas yakni mandi besar dan berwudhu. Mungkin kedua materi ini sudah umum kita dapatkan, namun dalam hal umroh terdapat tips berwudhu karena kondisi air yang sedikit maupun letak toilet yang jauh saat tawaf.
Baca juga : Wudhu dengan Sedikit Air Ketika Safar, Ikuti Caranya!
Setelah membahas terkait thaharah yang menjadi syarat sah sholat, selanjutnya jamaah diberikan fiqih sholat. Seperti yang kita tahu, umroh merupakan perjalanan safar sehingga dalam melaksanakan sholat fardhu terdapat keringanan yakni dengan jama’ qoshor. Yang menjadi catatan bagi calon jamaah umroh adalah sholat di pesawat. Durasi perjalanan Jakarta - Jeddah memakan waktu lebih kurang 8 jam sehingga ada beberapa keberangkatan yang mewajibkan sholat di pesawat. Pada manasik umroh ini, calon jamaah akan diberikan materi terkait cara sholat di pesawat.
Baca juga : Tidak Ada Mushola di Pesawat? Ikuti Caranya Sholat di Pesawat
Manasik umroh materi fiqih sholat juga menjelaskan terkait sholat jenazah. Sholat sunnah ini sering dilaksanakan di Tanah Suci. Jika sedang berada di Masjidil Haram maupun Masjid Nabawi dan sedang dilaksanakan sholat jenazah, ada baiknya untuk mengikutinya karena keutamaan sholat jenazah begitu besar.
Baca juga : Cara, Niat & Bacaan Sholat Jenazah Takbir 1-4
Fiqih Umroh
Manasik umroh terakhir yakni fiqih umroh. Ini juga menjadi manasik umrph puncak sebelum keberangkatan. Fiqih umroh ini akan membahas rukun-rukun umroh, hal yang dilarang saat umroh hingga tips melaksanakannya.
Rukun ibadah umroh berbeda dengan ibadah-ibadah sunnah lainnya yang kita lakukan dan harus dilakukan secara urut supaya ibadah umroh sah. Maka dari itu jangan sampai melewatkan manasik umroh terakhir ini. Berikut merupakan rukun umrohnya :
1. Niat atau Ihram
Merupakan hal yang lumrah dalam agama Islam, dimana semua kegiatan diawali dengan niat, begitu pula dengan ibadah umroh. Rukun umroh yang pertama adalah niat yang bisa diartikan juga sebagai ihram. Pada pelaksanaannya, para jamaah umroh mengenakan pakaian ihram (tanpa jahitan) dan meniatkan diri untuk beribadah umroh dilakukan dari miqat (perbatasan awal mula ibadah umroh).
Usai memasuki waktu miqat, dianjurkan untuk melantunkan talbiyah selama perjalanan menuju Mekkah.
“Labbaik allahumma labbaik. Labbaik laa syariika laka labbaik. Innalhamda wan ni’mata, laka wal mulk, laa syariika lak”.
Artinya: Aku menjawab panggilan-Mu ya Allah, aku menjawab panggilan-Mu, aku menjawab panggilan-Mu, tiada sekutu bagi-Mu, aku menjawab panggilan-Mu. Sesungguhnya segala pujian, kenikmatan dan kekuasaan hanya milik-Mu, tiada sekutu bagi-Mu
2. Tawaf
Rukun umroh selanjutnya adalah Tawaf, yakni mengelilingi Ka’bah sebanyak tujuh kali. Tiga putaran pertama jalan cepat dan sisanya biasa. Dimulai dari Hajar Aswad dan berakhir pula di Hajar Aswad.
Pada titik awal dimulai dari Hajar Aswad dan dianjurkan untuk mengusap ketika melewatinya. Bila tidak memungkinkan untuk mengusap Hajar Aswad, jamaah diperbolehkan dengan memberikan isyarat dengan melambaikan tangan ke arah Hajar Aswad.
Selama proses Tawaf, jamaah diperbolehkan untuk berdzikir maupun berdoa.
3. Sa’i
Lalu rukun umroh yang selanjutnya adalah melakukan sa’i, dimulai dari bukit Shafa dan berakhir di bukit Marwah sebanyak tujuh kali putaran. Setelah berada di atas bukit Shafa dan menghadap ke arah Ka’bah (kiblat), bacalah doa yang berbunyi:
“Allahu Akbar, Allahu Akbar, Allahu Akbar, wa lillahil-hamd. Allahu Akbar 'alaa maa hadaanaa wal-hamdu lillahi 'alaa maa aulaanaa. Laa ilaaha illallahu wahdahu laa syariika lahu, lahul mulku wa lahul-hamdu yuhyii wa yumiitu biyadihil-khairu wa huwa 'alaa kulli syaiin qodiir. Laa ilaaha illallah wahdahu laa syariika lahu, anjaza wa'dahu, wa nashara 'abdahu, wa hazamal-ahzaaba wahdahu, laa ilaaha illallahu wa laa na'budu illa iyyaahu mukhlishiina lahud-diina wa law karihal-kaafiruun”.
Artinya: Allah Maha Besar, Allah Maha Besar, Allah Maha Besar. Segala puji bagi Allah, Allah Maha Besar, atas petunjuk yang diberikanNya kepada kami, segala puji bagi Allah atas karunia yang telah dianugerahkanNya kepada kami, tidak ada tuhan selain Allah Yang Maha Esa, tidak ada sekutu baginya. Baginya kerajaan dan pujian. Dialah yang menghidupkan dan mematikan, pada kekuasaan Nya segala kebaikan dan Dia berkuasa atas segala sesuatu. Tiada Tuhan selain Allah Yang Maha Esa, tidak ada sekutu baginya, yang telah menepati janjinya, menolong hambanya dan dia sendiri menghancurkan musuh-musuhNya. Tidak ada Tuhan selain Allah dan kami tidak menyembah kecuali kepadanya dengan ikhlas semata kepadanya walaupun orang-orang kafir membenci.
Rangkaian ibadah sa’i berasal dari kisah Siti Hajar (istri Nabi Ibrahim) ketika mencarikan minum untuk Nabi Ismail yang masih kecil. Siti Hajar, berbolak-balik mencari air dari sumber mata air yang kini dikenal dengan air Zam-zam.
4. Tahalul
Rukun umroh selanjutnya adalah tahalul (mencukur minimal tiga helai rambut). Setelah melakukan beberapa rangkaian ibadah, diharuskan untuk melakukan tahalul atau memotong rambut di bukit Marwah. Untuk laki-laki lebih baik mencukur rambut sampai habis dan untuk wanita dianjurkan memotong rambut minimal tiga helai, seperti yang dijelaskan oleh imam An-Nawawi. Dengan melakukan Tahalul, maka sempurnalah tata cara umroh lengkap sesuai sunnah dan jamaah terbebas dari larangan-larangan ihram..
5. Tertib
Rukun umroh yang ke lima adalah tata tertib. Yang dimaksud dengan tata tertib adalah para jamaah umroh harus memastikan melaksanakan segala rukun umroh satu per satu sesuai dengan urutan yang sudah diterapkan.
Berapa Lama Biasanya Manasik Umroh?
Manasik umroh biasanya berlangsung selama 2 - 5 jam tergantung materi yang disampaikan. Pada manasik umroh materi teknis keberangkatan dan fiqih thaharah dan sholat, memiliki durasi 2 jam. Sedangkan untuk materi fiqih umroh 4 - 5 jam, karena materi ini merupakan hal baru bagi jamaah serta terdapat simulasi praktis menggunakan ihram, tawaf hingga sa’i. Total durasi keseluruhan manasik umroh sebelum keberangkatan yakni 8 - 9 jam.
Semoga dengan mempelajari manasik umroh hingga urutan umroh ini, dapat menjadikan ibadah umroh terlaksana secara sempurna ketika dipanggil menjadi tamu-Nya di Baitullah untuk perjalanan ibadah umroh. Bagi yang ingin melakukan perjalanan ibadah ke Tanah Suci, Anda dapat mempercayakan perjalanan ibadah haji dan umroh bersama jejak imani.
jejak imani adalah travel haji dan umroh sejak tahun 2012 dengan nama PT JEJAK IMANI BERKAH BERSAMA yang sudah berizin resmi sebagai Penyelenggara Perjalanan Ibadah Umrah (PPIU) dan Penyelenggara Ibadah Haji Khusus (PIHK) dari Kemenag. Anda juga bisa menanyakanan dan konsultasi dengan tim jejak imani terkait kebutuhan selama ibadah umroh di Tanah Suci.
Dilihat 56 kali


