Makam Nabi Muhammad di Dekat Raudhah, Ini Cara Ziarahnya!
01 September 2025 ditinjau oleh Tim Khidmat jejak imani

Makam Nabi Muhammad berada di tempat yang sangat mulia yang saat ini terletak di dalam area Masjid Nabawi. Beliau dimakamkan di sana setelah wafat pada tahun 11 Hijriah.
Jamaah haji dan umroh yang sedang berada di Madinah berbondong-bondong untuk ziarah ke Makam Nabi Muhammad karena memiliki keutamaannya tersendiri.
Lalu, di manakah sebenarnya makam Rasulullah ﷺ berada, dan bagaimana adab seorang Muslim ketika berziarah ke Makam Nabi Muhammad?
Lokasi Makam Nabi Muhammad ﷺ
Makam Nabi Muhammad ﷺ terletak di dalam kompleks Masjid Nabawi, Madinah al-Munawwarah, Arab Saudi. Tepatnya Beliau dimakamkan di kamar (hujrah) milik istrinya, Sayyidah ‘Aisyah radhiyallahu ‘anha. Hal ini sesuai dengan sabda Nabi ﷺ:
“Tidaklah seorang nabi meninggal kecuali ia dimakamkan di tempat ia wafat.” (HR. Tirmidzi).
Kini, makam Rasulullah berada di area timur Masjid Nabawi, tepat di samping Raudhah Syarifah yang dikelilingi pagar hijau dan dinaungi kubah hijau yang menjadi ikon kota Madinah.
Baca juga : Apa Itu Raudhah? Taman Surga di Masjid Nabawi
Fakta Seputar Makam Nabi Muhammad
Ada beberapa fakta penting terkait makam Rasulullah ﷺ
1. Lokasi Makam Sebelumnya di Luar Masjid Nabawi
Pada mulanya makam Nabi Muhammad tidak berada di bagian dalam Masjid Nabawi. Namun, seiring dengan perluasan Masjid Nabawi, khususnya di masa Dinasti Abbasiyah pada masa khalifah Al Mahdi, perluasan bergeser ke bagian Timur dari Masjid Nabawi sehingga menjadikan makam Nabi berada di bagian dalam masjid.
Lokasinya yang berada di dalam Masjid Nabawi, dapat dijangkau oleh umat Islam saat melakukan perjalanan ibadah haji dan umroh.
2. Kubah Hijau Sebagai Tanda Makam Rasulullah
Kubah hijau yang menjadi ikon Masjid Nabawi berada di atas makam Rasulullah. Kubah hijau tersebut dibangun pada masa Dinasti Mamluk (abad ke-13) dan hingga kini menjadi simbol cinta umat Islam kepada beliau. Kubah hijau Masjid Nabawi yang berada di atas makam Rasulullah tetap dipertahankan hingga hari ini.
Baca juga : 7 Fakta Kubah Hijau Masjid Nabawi, Apa Arti di Baliknya?
3. Lubang di Atap Makam Rasulullah
Pada suatu waktu di masa Umar bin Khattab, ketika makam Rasulullah ﷺ tertutup suatu atap, maka terjadi kemarau yang cukup parah. Hingga akhirnya Umar didatangi oleh Rasulullah ﷺ melalui mimpi dan Ibunda Aisyah meminta Umar untuk membuat lubang di atap tersebut agar tidak ada batas antara makam Rasulullah ﷺ dengan langit. Lubang kecil ini juga tetap dipertahankan hingga hari ini.
4. Perlindungan Ketat di Makam
Dulunya makam Rasulullah ﷺ dibuat terbuka tanpa ada bangunan apapun layaknya makam lainnya. Namun setelah adanya beberapa kali upaya pencurian jasad Rasulullah ﷺ, pada akhirnya makam ditutup dengan dinding 3 lapis dan kini dilindungi pagar serta kiswah khusus berwarna hijau.
5. Berdampingan dengan Makam Sahabat
Makam Nabi Muhammad terletak berdampingan dengan makam kedua sahabatnya yakni makam Abu Bakar Ash-Shiddiq dan Umar bin Khattab. Jika keluar dari Raudhah, maka akan melewati makam dengan urutan makam Rasulullah, makam Abu Bakar dan makam Umar. Bagi siapapun yang melewati makam Rasulullah dan Sahabat dianjurkan untuk mengucap salam. Sayangnya kesempatan ini hanya berlaku bagi jamaah laki-laki saja.
Baca juga : Wajib Tau Letak Raudhah di Masjid Nabawi, Mana Batasnya?
Hukum Ziarah ke Makam Nabi Muhammad
Mayoritas ulama menyepakati bahwa ziarah ke makam Rasulullah ﷺ hukumnya sunnah dan sangat dianjurkan. Imam Nawawi rahimahullah dalam Al-Majmu’ berkata:
“Disunnahkan bagi orang yang menunaikan haji ataupun umrah untuk berziarah ke makam Rasulullah ﷺ, lalu memberikan salam kepadanya.”
Akses Ziarah Makam Nabi Muhammad
Jika kita ingin berziarah ke makam Rasulullah ﷺ, maka kita dapat masuk melalui pintu As-Salam (pintu nomor 1), namun sayangnya ini dikhususkan bagi jamaah pria saja. Adapun tata cara ziarah ke makam Nabi Muhammad adalah sebagai berikut :
- Masuk melalui Pintu As-Salam (pintu nomor 1)
- Mengucapkan salam kepada Rasulullah ﷺ: “Assalamu ‘alaika ya Rasulullah.”
- Membaca shalawat: “Allahumma shalli ‘ala Muhammad wa ‘ala ali Muhammad.”
- Menyampaikan salam kepada kedua sahabat mulia, Abu Bakar dan Umar.
- Menjaga adab, bersuara lirih, dan tidak bertindak berlebihan saat berziarah.
Saat melewati dan ziarah ke makam Rasulullah dianjurkan untuk menyampaikan salam kepada beliau sesuai dengan hadits berikut :
“Barang siapa menyampaikan salam kepadaku, Allah akan mengembalikan ruhku sehingga aku bisa menjawab salamnya.” (HR. Abu Dawud).
Saat ibadah haji dan umroh di Tanah Suci, ada baiknya untuk menyempatkan ziarah ke Makam Rasulullah di Masjid Nabawi. Anda dapat mempercayakan perjalanan ibadah haji dan umroh ke jejak imani.
jejak imani adalah travel haji dan umroh sejak tahun 2012 dengan nama PT JEJAK IMANI BERKAH BERSAMA yang sudah berizin resmi sebagai Penyelenggara Perjalanan Ibadah Umrah (PPIU) dan Penyelenggara Ibadah Haji Khusus (PIHK) dari Kemenag. Segera amankan keberangkatanmu dan dapatkan pengalaman umroh serta haji terbaik di jejak imani.
Semoga bermanfaat!
Dilihat 2175 kali


