Lupa Baca Niat Puasa, Apakah Tetap Lanjut Puasa?
21 December 2025 ditinjau oleh Tim Khidmat jejak imani

Niat adalah pembeda antara amalan satu dengan amalan lainnya. Meskipun suatu amalan terlihat sama secara pengerjaannya, tetapi akan bernilai berbeda tergantung dengan niatnya. Termasuk ibadah puasa, yang secara pengerjaannya bisa jadi sama dengan orang yang tidak makan dan tidak minum, tapi jika diniatkan untuk berpuasa karena Allah, maka amalan tersebut akan menjadi ibadah yang bernilai tinggi di mata Allah. Dan dalam agama islam yang memiliki beberapa jenis puasa, maka untuk membedakannya, juga harus dengan niat. Di dalam hadist disebutkan
إِنَّمَا الْأَعْمَالُ بِالنِّيَّاتِ وَإِنَّمَا لِامْرِئٍ مَا نَوَى
"Sesungguhnya amal itu tergantung pada niatnya, dan sesungguhnya bagi setiap orang apa yang dia niatkan." (HR. Bukhari dan Muslim)
Para ulama bersepakat bahwa niat merupakan rukun pertama yang tidak boleh ditinggalkan dalam menjalankan ibadah puasa. Siapapun yang tidak berniat dalam menjalankan ibadah puasa, maka sudah dipastikan ibadah puasanya tidak sah. Rasulullah ﷺ bersabda :
مَنْ لَمْ يُبَيِّتِ الصِّيَامَ قَبْلَ الْفَجْرِ فَلَا صِيَامَ لَهُ
sebelum fajar, maka tidak ada puasa baginya." (HR. Abu Dawud, Tirmidzi, dan Ibnu Majah)
Dari hadist di atas sudah sangat jelas bahwa, tidak ada puasa bagi orang yang tidak berniat puasa. Ulama hanya membedakan tentang cara dan waktu membaca niat untuk puasa wajib dan puasa sunnah saja. Untuk puasa-puasa wajib termasuk puasa Ramadhan, maka wajib membaca niatnya dari malam hari sampai sebelum terbitnya fajar. Sedangkan untuk puasa sunnah, bisa dibaca di malam hari ataupun siang sehari, selama belum melakukan hal-hal yang membatalkan puasa.
Jika seseorang lupa berniat puasa Ramadhan, maka sudah dipastikan puasanya tidak sah. Karena dia sudah meninggalkan salah satu rukun dari rukun-rukun puasa. Namun, ia tetap wajib menahan diri dari hal-hal yang membatalkan puasa sampai maghrib sebagai bentuk penghormatan terhadap bulan Ramadhan dan agar tidak meremehkan suatu ibadah.
Semoga dengan adanya artikel ini, kita dapat berhati-hati lagi supaya tidak lalai dalam membaca niat puasa Ramadhan. Mari kita berlomba untuk mendapat pahala sebanyak-banyaknya ketika berpuasa terutama di bulan Ramadhan. Salah satu ibadah yang memiliki banyak keutamaan di bulan Ramadhan adalan Umroh Ramadhan yang pahalanya setara dengan haji bersama Rasulullah. Bagi yang ingin melakukan perjalanan ibadah ke Tanah Suci, Anda dapat mempercayakan perjalanan umroh bersama jejak imani.
jejak imani adalah travel haji dan umroh sejak tahun 2012 dengan nama PT JEJAK IMANI BERKAH BERSAMA yang sudah berizin resmi sebagai Penyelenggara Perjalanan Ibadah Umrah (PPIU) dan Penyelenggara Ibadah Haji Khusus (PIHK) dari Kemenag. Anda juga bisa menanyakanan dan konsultasi dengan tim jejak imani terkait kebutuhan selama ibadah umroh di Tanah Suci.
Wallahu’alam bishawab
Dilihat 252 kali


