Ingin dapat penawaran khusus untuk Anda? Konsultasi sekarang!

Perbanyak Amalan Bulan Rajab & Dapatkan Keutamaannya!

11 January 2025 ditinjau oleh Tim Khidmat jejak imani

article-thumbnail

Umat Muslim telah memasuki bulan Rajab yang mana salah satu bulan haram yang telah Allah muliakan. Bulan Rajab juga menjadi istimewa karena bagi sebagian ulama dianggap sebagai bulan persiapan dalam menyambut Ramadhan. Berikut beberapa amalan bulan Rajab yang yang dapat dilakukan umat Muslim untuk meraih kemuliaan bulan tersebut:

1. Menghidupkan Malam Pertama Bulan Rajab dengan Doa

Imam Syafi’i menyampaikan :

بَلَغنَا اَنَّهُ كَانَ يُقَالُ: اِنَّ الدُّعَاءَ يُسْتَجَابُ فِي خَمسِ لَيَالٍ فِي لَيلَةِ الْجُمعَةِ، وَ لَيلَةِ الْاضْحَى، وَ لَيْلَةِ الْفِطْرِ، وَلَيلةٍ مِن رَجَب، وَ لَيلَةٍ النِّصفَ مَِن شَعبَان

Artinya: “Sesungguhnya doa berpotensi lebih besar diijabah pada lima malam: malam Jum’at, malam Idul Adha, malam Idul Fitri, malam pertama Rajab dan malam pertengahan Syaban.”

2. Berpuasa Sunnah

Para ulama menyebutkan terkait keutamaan memperbanyak berpuasa pada bulan-bulan haram, termasuk Rajab. Sebagaimana hadits di dalam Sunan Abu Daud yang meriwayatkan kesunnahan memperbanyak puasa di bulan haram.

صُمْ مِنْ الْحُرُمِ وَاتْرُكْ صُمْ مِنْ الْحُرُمِ وَاتْرُكْ صُمْ مِنْ الْحُرُمِ وَاتْرُكْ

Artinya: “Berpuasalah pada bulan-bulan mulia dan tinggalkanlah! Berpuasalah pada bulan-bulan mulia dan tinggalkanlah! Berpuasalah pada bulan-bulan mulia dan tinggalkanlah!” (HR Abu Dawud).

Imam Nawawi menyebutkan bahwa Nabi ﷺ senantiasa memperbanyak berpuasa di bulan Haram, termasuk Rajab, bahkan sampai para sahabat mengira Nabi akan berpuasa satu bulan penuh sebagaimana yang diriwayatkan dari Said bin Jubair dan Abdullah bin Abbas dalam Shahih Muslim. Imam Al Ghazali menyebutkan dalam Ihya Ulumuddin, sebagaimana ia nukil dari beberapa riwayat yang menjelaskan bahwa berpuasa satu hari pada bulan Haram lebih baik dari berpuasa tiga puluh hari di bulan lainnya.

Adapun mengenai pengkhususan puasa pada beberapa hari tertentu di dalam bulan Rajab, para ulama berbeda pandangan mengenai statusnya. Sebagian besar menyatakan tidak ada dalilnya, sebagian lainnya menyatakan bahwa diperbolehkan dalam rangka mengikuti sunnah menperbanyak puasa di bulan Rajab. Dikutip dari Sayyid Bakri dalam I’anatu at Thalibin, disunnahkan berpuasa pada hari-hari yang afdhal berpuasa seperti Senin, Kamis, Ayyamul Bidh (13-15), dan dimakruhkan berpuasa sebulan penuh.

3. Memperbanyak Baca Doa Rajab

Doa yang dimaksud adalah doa berikut yang diriwayatkan dari Anas bin Malik:

اَللَّهُمَّ بَارِكْ لَنَا فِيْ رَجَبَ، وَشَعْبَانَ، وَبِلِّغْنَا رَمَضَانَ

Artinya: "Ya Allah, semoga Engkau beri keberkahan kepada kami dalam bulan Rajab, Sya'ban dan Ramadhan".

4. Memperbanyak Amal Shalih dan Menghindari Maksiat

Para ulama bersepakat mengenai keutamaan seorang muslim untuk memperbanyak amal-amal shalih di bulan-bulan Haram dan menghindari maksiat sebagaimana perintah Allah ﷻ dalam surat At-Taubah: 36 untuk tidak mendzalimi diri sendiri. Ketika Ibnu Abbas ditanya mengenai maksud mendzalimi diri sendiri, maka maksudnya adalah berbuat dosa dan maksiat. Di antara amal shalih yang utama dilakukan pada bulan Haram, salah satunya Rajab adalah bersedekah, berdzikir, beristighfar, sholat malam, dll.

5. Umroh

Banyak di kalangan para ulama generasi salaf yang kemudian biasa melaksanakan umroh di bulan Rajab. Hal ini karena Nabi ﷺ pernah berumroh di bulan Rajab. Sebagaimana Hadits dari Ibnu Umar dalam Shahih Bukhari dan Muslim:

اعْتَمَرَ النَّبِىُّ -صلى الله عليه وسلم- أَرْبَعَ عُمَرٍ إِحْدَاهُنَّ فِى رَجَبٍ

Artinya: “Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam pernah melakukan umroh empat kali salah satunya di bulan Rajab.” (HR. Bukhari dan Muslim)

Namun demikian, para ulama menyatakan bahwa mengkhususkan umroh pada bulan Rajab adalah suatu hal yang tidak dijelaskan oleh Nabi ﷺ dan tidak ditemukan dalilnya. Maka berumroh pada bulan Rajab hanya lebih kepada mengikuti apa yang pernah Nabi ﷺ lakukan.

Bagi yang ingin melakukan perjalanan ibadah ke Tanah Suci di bulan Rajab, Anda dapat mempercayakan umroh bersama jejak imani.

jejak imani adalah travel haji dan umroh sejak tahun 2012 dengan nama PT JEJAK IMANI BERKAH BERSAMA yang sudah berizin resmi sebagai Penyelenggara Perjalanan Ibadah Umrah (PPIU) dan Penyelenggara Ibadah Haji Khusus (PIHK) dari Kemenag. Anda juga bisa menanyakanan dan konsultasi dengan tim jejak imani terkait kebutuhan selama ibadah umroh di Tanah Suci.

Semoga bermanfaat!

Dilihat 250 kali