Ingin dapat penawaran khusus untuk Anda? Konsultasi sekarang!

Ingin Umroh Mabrur? Jauhi Larangan Saat Ihram

28 November 2025 ditinjau oleh Tim Khidmat jejak imani

article-thumbnail

Ibadah umroh adalah perjalanan penyucian jiwa, dan salah satu kunci meraih umroh mabrur adalah menjaga adab dan larangan ihram. Sejak seorang hamba melafalkan talbiyah, ia memasuki keadaan mulia yang disebut nusuk, di mana dirinya terikat aturan-aturan khusus yang menuntun pada kekhusyukan dan kehormatan ibadah.

Larangan ihram bukanlah pembatasan semata, melainkan penjaga niat, penghalus hati, dan sarana agar umat Muslim merasakan kesungguhan dalam mendekat kepada Allah.

Baca juga : Panduan Pakai Ihram Agar Niat Umrohmu Sah

Larangan Ihram

Para ulama menjelaskan bahwa larangan ihram ada karena ihram sendiri bermakna “pengharaman sesuatu yang sebelumnya halal.”

1. Potong Rambut dan Kuku

Di antara larangan ihram bagi laki-laki dan perempuan adalah tidak boleh memotong rambut atau kuku. Hal ini berdasarkan sabda Nabi ﷺ:

«لَا يَأْخُذُ مِنْ شَعَرِهِ وَلَا مِنْ أَظْفَارِهِ شَيْئًا»

“Ia tidak boleh mengambil sedikit pun dari rambut atau kukunya.” (HR. Muslim)

2. Memakai Wewangian

Termasuk larangan berikutnya adalah menggunakan wewangian, baik di badan maupun pakaian setelah niat ihram. Hal ini berdasarkan hadis sahih:

«لَا تَلْبَسُوا الثِّيَابَ الْمَسْجُورَةَ بِالزَّعْفَرَانِ وَلَا الْوَرْسِ»

“Janganlah kalian memakai pakaian yang diberi wewangian za‘faran atau wars.” (HR. Al-Bukhari)

Baca juga : Ihram Menggunakan Sabun & Shampo Wangi, Apakah Boleh?

Larangan ini mendidik kita agar kesederhanaan menjadi pakaian hati selama beribadah.

3. Berburu Hewan dan Menikah

Di antara larangan umum lainnya adalah berburu hewan darat, melakukan akad nikah, melamar, atau dinikahkan. Rasulullah ﷺ bersabda:

«لَا يَنْكِحُ الْمُحْرِمُ وَلَا يُنْكِحُ»

“Orang yang berihram tidak boleh menikah dan tidak boleh menikahkan.” (HR. Muslim)

Ulama menjelaskan, larangan ini menjaga kesucian niat dan mencegah hal-hal duniawi merusak kekhusyukan ibadah.

Larangan Ihram Khusus Laki-laki

Adapun larangan ihram khusus laki-laki adalah memakai pakaian berjahit yang menyerupai bentuk tubuh seperti kaos, celana atau gamis; serta menutup kepala. Rasulullah ﷺ bersabda tentang orang yang meninggal dalam keadaan ihram:

«لَا تُخَمِّرُوا رَأْسَهُ»

“Jangan kalian tutupi kepalanya.” (HR. Al-Bukhari)

Baca juga : Wajib Tahu, Hukum Pakai Celana Dalam Tanpa Jahitan Saat Ihram

Larangan Ihram Khusus Perempuan

Sedangkan perempuan tetap memakai pakaian syar’i lengkap, namun dilarang menutup wajah dan memakai sarung tangan, sebagaimana dalam hadis:

«لَا تَنْتَقِبْ الْمَرْأَةُ الْمُحْرِمَةُ وَلَا تَلْبَسِ الْقُفَّازَيْنِ»

“Perempuan berihram tidak boleh memakai niqab atau sarung tangan.” (HR. Al-Bukhari)

Bagaimana Jika Melanggar Larangan Ihram?

Jika seorang melanggar larangan ihram yang termasuk kategori besar, maka ia wajib membayar dam, yaitu menyembelih kambing, berpuasa tiga hari, atau memberi makan enam orang miskin, sebagaimana penjelasan para fuqaha.

Baca juga : Melanggar Ketentuan Haji? Bayarkan Dam Haji Berdasarkan Jenis

Melanggar larangan karena lupa tidak membatalkan ihram, tetapi tetap ada konsekuensi jika pelanggarannya berdampak pada manfaat duniawi. Imam An-Nawawi menegaskan:

«الْمَحْظُورَاتُ إِذَا فُعِلَتْ وُجِبَ فِيهَا فِدْيَةٌ عَلَى التَّرْتِيبِ»

“Setiap pelanggaran ihram memiliki fidyah sesuai ketentuannya.”

Meski demikian, ada hal-hal yang masih diperbolehkan saat ihram, seperti mandi, memakai sabun tanpa parfum, menggaruk kepala, menggunakan payung, serta berganti pakaian yang tidak berjahit bagi laki-laki. Semua ini menunjukkan bahwa syariat tidak memberatkan, namun mendidik.

Semoga Allah memudahkan setiap langkah kita menuju rumah-Nya.

Apabila Anda berniat untuk merencanakan perjalanan haji dan umroh, mulai dengan mencari travel haji dan umroh terpercaya seperti jejak imani.

jejak imani adalah travel haji dan umroh yang sudah berizin resmi sebagai Penyelenggara Perjalanan Ibadah Umrah (PPIU) dan Penyelenggara Ibadah Haji Khusus (PIHK) dari Kemenag. Anda juga bisa menanyakanan dan konsultasi dengan tim jejak imani terkait kebutuhan selama ibadah umroh di Tanah Suci.

Wallahua’lam bisshowab.

Dilihat 190 kali