Ingin dapat penawaran khusus untuk Anda? Konsultasi sekarang!

Cium / Usap Hajar Aswad Saat Umroh, Apakah Umrohnya Batal?

14 November 2025 ditinjau oleh Tim Khidmat jejak imani

article-thumbnail

Salah satu simbol suci dan langka dalam islam adalah “Hajar Aswad”. Batu yang terletak di sudut tenggara Ka'bah itu, memiliki sejarah yang panjang dan penuh makna. Salah satu keinginan dan tujuan para peziarah Masjidil Haram baik jamaah haji dan umroh dari seluruh dunia, adalah bisa menciumnya, mengusapnya atau memberikan isyarat kepadanya.

Dalam tradisi Islam, Hajar Aswad diyakini para jamaah memiliki keutamaan dan keberkahan, sehingga menjadi salah satu ritual penting dalam rentetan ibadah haji dan umroh. Mencium atau menyentuh Hajar Aswad sebagai tanda penghormatan kepada Allah ﷻ.

Apa Itu Hajar Aswad?

Hajar Aswad adalah salah satu keajaiban yang ada di Dunia ini. Dia adalah batu yang diturunkan dari surga-Nya Allah ﷻ. Ketika Nabi Ibrahim dan Nabi Ismail ‘alaihima As Salam membangun kembali pondasi Ka’bah, diletakkanlah batu itu di antara bangunan Ka’bah. Batu yang sekarang terletak di salah satu sudut Ka’bah ini, dulunya berwarna putih, bahkan lebih putih dari salju. Namun karena dosa-dosa manusia yang ada di sekitarnya dan menciuminya, maka yang kita lihat sekarang dia menjadi berwarna hitam, sehingga kita sebut hari ini dengan “Hajar Aswad” atau batu hitam.

Rasulullah ﷺ bersabda :

(الحَجَرُ الأسودُ من الجنةِ وكان أشدَّ بياضًا من الثلجِ حتى سوَّدَتْهُ خطايا أهلِ الشركِ)

"Hajar Aswad berasal dari Surga dan lebih putih dari salju hingga dosa-dosa kaum musyrik yang menjadikan dia hitam." (HR. Ahmad)

نَزَلَ الحَجَرُ الأَسوَدِ مِنَ الجَنَّةِ وَهُوَ أَشَدُّ بَيَاضًا مِنَ اللَبَنِ فَسَوَّدَتهُ خَطَايَا بَنِي آدَمَ

Hajar Aswad itu diturunkan dari surga, dan ia lebih putih daripada susu, namun dosa-dosa anak Adam-lah yang membuatnya menjadi hitam.'" (HR. Tirmidzi)

Keutamaan Hajar Aswad

Dari hadist di atas dan hadist lain, bisa mengambil kesimpulan bahwa Hajar Aswad ini memiliki keutamaan. Beberapa keutamaan hajar aswad diantaranya :

1. Batu dari Surga-Nya

Batu yang diturunkan Allah dari Surga-Nya, sebagai karunia untuk manusia dan bukti untuk manusia bahwa surga itu benar-benar ada dan sesuai dengan gambaran dari Allah ﷻ.

2. Bukti Dosa Anak Adam

Batu yang dulunya sangat putih, tapi bisa berubah menjadi hitam karena dosa-dosa anak adam yang mencium dan mengusapnya. Sebagai pelajaran untuk manusia, bahwa dosa-dosa bisa menghitamkan batu yang keras dan berwarna putih, apalagi efek dosa bagi hati dari pelakunya, bisa lebih berbahaya.

3. Saksi di Hari Kiamat

Hajar Aswad akan datang pada Hari Kiamat dan akan menjadi saksi bagi orang-orang yang menyentuhnya dengan benar. Rasulullah ﷺ bersabda :

وَاللهِ، لَيَبعَثَنَّهُ اللهُ يَومَ القِيَامَةِ لَهُ عَينَانِ يُبصِرُ بِهِمَا وَلِسَانٌ يَنطِقُ بِهِ يَشهَدُ عَلَى مَن اِستَلَمَهُ بِحَقٍّ

“Demi Allah, Allah pasti akan membangkitkannya (hajar aswad) pada hari kiamat dengan dua mata yang dengannya ia dapat melihat dan lidah yang dengannya ia dapat berbicara, dan menjadi saksi bagi orang-orang yang menyentuhnya dengan benar”. (HR. Tirmidzi)

4. Perkara Pertama Sebelum tawaf Sunnah

Menyentuh, mencium, atau memberikan isyarat kepada Hajar Aswad, merupakan hal pertama yang harus dilakukan oleh siapa saja yang hendak melaksanakan tawaf, baik jamaah haji, jamaah umroh, maupun orang yang melaksanakan tawaf sunnah.

عَن جَابِرٍ بن عَبدِ اللهِ رَضَي اللهُ عَنهُمَا أَنَّ رَسُولَ اللهِ ﷺ لَمَا قَدِمَ مَكَّةَ أَتَى الحَجَرَ فَاستَلَمَهُ ثُمَّ مَشَى عَلَى يَمِينِهِ فَرَمَلَ ثَلَاثًا وَمَشَى أَربَعاً.

Dari Jabir bin Abdullah, semoga Allah meridhoi mereka berdua, bahwa ketika Rasulullah , tiba di Makkah, beliau mendatangi Hajar Aswad dan menciumnya, kemudian beliau berjalan ke kanan dan melakukan tiga putaran ramal (lari-lari kecil) dan empat putaran jalan biasa”. (HR. Muslim)

5. Penghapus Dosa

Mengusap Hajar Aswad bisa menghapuskan dosa-dosa. Rasulullah ﷺ bersabda :

إِنَّ مَسَحَهُمَا كَفَّارَةٌ لِلخَطَايَا

“Sesungguhnya mengusapnya (Hajar Aswad) bisa menghapuskan dosa-dosa”, (HR. Tirmidzi)

Tips Supaya Dapat Mencium Hajar Aswad

Mencium hajar aswad bukanlah suatu kewajiban dalam Islam, apalagi dalam keadaan saat ini yang jumlah jamaah haji maupun umroh sangat-sangat padat ketika berada di sekitaran Ka’bah. Namun, tidak bisa dipungkiri, keinginan dari jamaah haji maupun umroh untuk mengikuti jejak Nabi untuk mencium Hajar Aswad tidak bisa dibendung. Maka berikut adalah tata cara dan tips mencium Hajar Aswad agar tidak menyalahi aturan syariat dan agar bisa mendapatkan persaksian Hajar Aswad di hari kiamat nanti.

  1. Cari waktu yang sepi ketika waktu Dhuha dan dini hari
  2. Ajak teman atau pendamping terutama bagi perempuan
  3. Jangan membawa barang berharga maupun perhiasan
  4. Niatkan tawaf sunnah karena Hajar Aswad dilumuri dengan parfum
  5. Cari posisi paling aman dan sepi, bisa dari arah Rukun Yamani, Multazam atau arah lainnya
  6. Ikuti arus antrian
  7. Mencium Hajar Aswad secukupnya dan tidak berlebihan.
  8. Jangan menyakiti jamaah lainnya.
  9. Hati-hati dengan calo Hajar Aswad.
  10. Bersabar jika belum bisa mencium Hajar Aswad dan cari kesunnahan lainnya.

Hukum Mencium Hajar Aswad yang Wangi Saat Berihram

Rasulullah ﷺ mencontohkan dan menyuruh umatnya untuk mencium atau mengusap Hajar Aswad ketika hendak memulai tawaf mengelilingi Ka’bah. Seorang Sahabat Abdullah bin Umar, Beliau berkata :

"مَا تَرَكْتُ اسْتِلَامَ هَذَيْنِ الرُّكْنَيْنِ الْيَمَانِي وَالْحَجَرَ مُذْ رَأَيْتُ رَسُولَ اللهِ صلى الله عليه وآله وسلم يَسْتَلِمُهُمَا؛ فِي شِدَّةٍ وَلَا رَخَاءٍ".

Aku tidak pernah meninggalkan untuk menyentuh kedua rukun ini, rukun Yamani dan Hajar Aswad, sejak aku melihat Rasulullah , menyentuh keduanya, dikala susah maupun senang.” (HR. Muslim)

Dari hadits di atas, tidak bisa dipungkiri bahwa para peziarah Masjidil Haram ingin mendapatkan kesempurnaan dalam ibadahnya ketika melaksanakan tawaf yakni mengawali tawafnya dengan mencium atau mengusap Hajar Aswad ketika sedang tawaf atau ingin memulai tawafnya. Namun, Hajar Aswad ini selalu dilumuri dengan parfum yang sangat wangi sedangkan salah satu larangan ihram adalah memakai wewangian di tubuhnya.

Dari Abdullah bin Umar beliau berkata:

"نَهَى رَسُولُ اللهِ ﷺ أَن يُطِيبَ المُحرِمُ"

"Rasulullah ﷺ melarang muhrim (orang yang dalam keadaan ihram) menggunakan wewangian." (HR. Bukhari dan Muslim)

Lalu apakah boleh seseorang dalam keadaan ihram mencium atau mengusap Hajar Aswad yang wangi ini?

Para ulama memberikan penjabaran dalam hal ini. Imam Ibnu Qudamah dalam kitabnya ‘al Mughni” menjelaskan bahwa menyentuh parfum (yang dimaksudkan untuk mengharumkan jamaah haji) adalah terlarang. Menurut beliau, menyentuh Ka’bah atau Hajar Aswad dengan pengetahuan bahwa ia dilumuri dengan minyak wangi, atau dengan niatan ingin membuat tubuhnya wangi dengannya, maka itu dilarang. Sehingga dalam keadaan ihram, cukup bagi jamaah umroh maupun haji memberikan isyarat saja tanpa menyentuh atau menciumnya. Karena sudah menjadi pengetahuan umum, bahwa ka’bah dan Hajar Aswad dilumuri parfum yang sangat wangi setiap harinya.

Berikut merupakan beberapa kemungkinan yang terjadi apabila terkena wangi Hajar Aswad :

  1. Jika seorang dalam keadaan ihram dan bermaksud mencari berkah dari Ka'bah, dengan tawaf didekatnya, hal itu diperbolehkan meskipun ia mencium aroma parfum atau aromanya melekat padanya, karena aroma tersebut berpindah melalui kedekatan.
  2. Jika ia meletakkan tangannya di Ka'bah karena tidak yakin bahwa itu mengandung parfum, atau mengira itu parfum kering yang ternyata basah dan melekat di tangannya, maka tidak ada hukuman baginya, tetapi ia harus mencucinya Jika kesusahan untuk membersihkan tangan atau badan yang terkena parfum tersebut, maka tidak mengapa untuk tidak mencucinya asalkan tidak terlalu banyak, karena keadaan yang darurat. Sebagaimana dijelaskan dalam kitab “As Syarhu As Shagir” karya imam As Shawi al Maliki.
  3. Jika ia melakukannya dengan sengaja, ia harus membayar DAM (denda). Ini merupakan pendapat imam al-Syafi'i, yang dijelaskan di kitab “al Hawii” karya imam Mawardi.

Demikian ulasan mengenai Hajar Aswad yang bisa Anda kunjungi saat ke Makkah untuk ibadah haji dan umroh bersama jejak imani. Para ustadz mumpuni akan full membimbing jamaah sesuai syariat mulai dari manasik di Indonesia hingga prosesi ibadah di Tanah Suci.

Semoga Allah mudahkan ikhtiar kita untuk menjadi tamu-Nya di Baitullah.

Wallahu a’lam.

Dilihat 284 kali