Adakah Ciri-ciri Datangnya Lailatul Qadar? Ini Penjelasannya
19 January 2026 ditinjau oleh Tim Khidmat jejak imani

Lailatul Qadar adalah malam yang nilainya lebih baik daripada seribu bulan dan menjadi waktu yang sangat utama untuk meningkatkan kualitas ibadah. Oleh karena itu, kaum Muslimin berlomba-lomba meraih keutamaan malam tersebut, yang keberadaannya secara khusus hanya terdapat di bulan suci Ramadhan terutama di 10 malam terakhir Ramadhan. Di antara 10 malam terakhir Ramadhan tersebut hanya ada satu malam lailatul qadar yang tidak diketahui waktunya. Lantas adakah tanda di satu malam tersebut merupakan malam lailatul qadar? Simak penjelasannya.
Malam Lailatul Qadar memang tidak diketahui secara pasti jatuh pada malam yang mana. Namun, berdasarkan pendapat di kalangan Ulama yang paling kuat, malam istimewa ini terjadi pada sepuluh malam terakhir bulan Ramadhan. Syariat Islam tidak hanya menjelaskan rentang waktunya, tetapi juga menyebutkan sejumlah tanda yang membedakan malam tersebut, agar kaum Muslimin semakin bersemangat untuk mengejarnya, memperbanyak amal kebaikan, dan mempersiapkan bekal terbaik untuk kehidupan akhirat.
Bagaimanakah Tanda-tanda Malam Lailatul Qadar ?
Berdasarkan dalil-dalil yang shahih, secara umum Tanda-tanda Lailatul Qadar dapat dibedakan menjadi dua, yaitu tanda-tanda yang tampak saat malam tersebut berlangsung dan tanda yang muncul setelah malam itu berakhir. Tanda-tanda yang tampak saat berlangsungnya malam tersebut menjadi pemicu semangat dan motivasi bagi kaum Muslimin untuk menghidupkan malam Lailatul Qadar dengan beragam amalan ibadah dan ketaatan. Sementara itu, tanda-tanda yang muncul setelahnya menjadi kabar gembira bagi mereka yang mengisi malam Lailatul Qadar dengan amal saleh, sekaligus menjadi penyesalan bagi orang-orang yang telah menyia-nyiakan dan melalaikannya.
Tanda Pertama : Saat Berlangsungnya Malam Lailatul Qadar
Adapun tanda-tanda yang terjadi pada saat malam Lailatul Qadar, di antaranya adalah hadis yang diriwayatkan oleh Ahmad dari Ubadah bin ash-Shamit, dari Nabi ﷺ, beliau bersabda:
إن أمارة ليلة القدر أنها صافية بلجة كأن فيها قمراً ساطعاً، ساكنة ساجية، لا برد فيها ولا حر، ولا يحل لكوكب أن يرمى به فيها حتى تصبح. رواه أحمد في مسنده
Artinya : “Tanda malam Lailatul Qadar adalah malam yang cerah dan terang, seakan-akan terdapat bulan yang bersinar. Malam itu tenang dan tenteram, tidak dingin dan tidak panas, serta tidak diperkenankan pada malam itu bintang dilempar (meteor) hingga pagi hari.” (HR. Ahmad)
Kemudian, ada juga hadis yang diriwayatkan oleh Muslim dari Abu Hurairah r.a., ia berkata:
تذاكرنا ليلة القدر عند رسول الله -صلى الله عليه وسلم- فقال: أيكم يذكر حين طلع القمر وهو مثل شق جفنة؟ رواه مسلم
Artinya : Kami pernah membicarakan tentang malam Lailatul Qadar di sisi Rasulullah ﷺ, lalu beliau bersabda: “Siapakah di antara kalian yang ingat ketika bulan terbit dalam keadaan seperti separuh bejana?” (HR. Muslim)
Sebagian ulama menyatakan bahwa hadis ini mengisyaratkan bahwa Lailatul Qadar terjadi pada akhir bulan, karena bulan tidak tampak seperti itu ketika terbit kecuali pada akhir bulan.
Berdasarkan keterangan Nabi ﷺ dalam dua hadis di atas, dapat disimpulkan tanda-tanda malam Lailatul Qadar yang terjadi pada saat malam itu berlangsung antara lain sebagai berikut:
1. Malam dalam Keadaan Cerah dan Terang
Malam Lailatul Qadar ditandai dengan suasana yang jernih dan bercahaya, seakan-akan diterangi oleh sinar bulan yang terang.
2. Keadaan Malam yang Tenang dan Tenteram
Pada malam tersebut, suasana terasa damai dan hening, tidak disertai kegaduhan atau gejolak yang mengganggu ketenangan.
3. Cuaca yang Seimbang dan Nyaman
Malam Lailatul Qadar tidak terasa terlalu dingin maupun terlalu panas, sehingga memberikan kenyamanan bagi orang-orang yang menghidupkannya dengan ibadah.
4. Tidak Terlihatnya Bintang Jatuh (meteor)
Pada malam itu tidak terjadi fenomena pelemparan bintang (meteor) hingga datang waktu pagi, sebagaimana disebutkan dalam hadis riwayat Ahmad.
5. Bulan Tampak Terbit seperti Setengah Bejana
Dalam hadis riwayat Muslim dari Abu Hurairah r.a., Rasulullah ﷺ mengisyaratkan bahwa bulan terlihat terbit menyerupai separuh bejana.
Tanda Kedua : Setelah terjadinya Malam Lailatul Qadar
Adapun tanda yang muncul setelah berlalunya malam Lailatul Qadar adalah terbitnya matahari pada pagi harinya dalam keadaan bercahaya putih dan tanpa pancaran sinar yang menyilaukan., sebagaimana ditegaskan dalam hadis yang diriwayatkan oleh Muslim dari Ubay bin Ka‘ab :
وَأَمَارَتُهَا أَنْ تَطْلُعَ الشَّمْسُ في صَبِيحَةِ يَومِهَا بَيْضَاءَ لا شُعَاعَ لَهَا
Artinya : ….Dan tanda-tandanya adalah matahari terbit pada pagi harinya dalam keadaan putih dan tidak memiliki sinar yang menyilaukan.” (HR. Muslim)
Imam an-Nawawi dalam Syarah Shahih Muslim menjelaskan tentang hadits tersebut : Pada pagi hari itu, matahari terbit dengan sinar yang teduh dan lembut, seolah-olah cahaya Lailatul Qadar masih menyelimuti alam, meninggalkan jejak ketenangan bagi hati-hati yang menghidupkannya dengan ibadah. (al-Minhāj Syarḥ Ṣaḥīḥ Muslim ibn al-Ḥajjāj 8/57)
Demikian pembahasan mengenai ciri-ciri malam Lailatul Qadar. Sejatinya, Islam tidak semata-mata mengarahkan umatnya untuk mengenali ciri-ciri keagungan malam tersebut saja, melainkan lebih menekankan pada kesungguhan dalam menghidupkannya melalui ibadah dan amal saleh. Berbagai tanda yang disebutkan dalam riwayat-riwayat hadis di atas hendaknya dipahami sebagai stimulus spiritual yang mendorong kaum Muslimin untuk meningkatkan kualitas penghambaan diri kepada Allah ﷻ, terutama pada sepuluh malam terakhir bulan Ramadhan. Oleh karena itu, orientasi utama seorang Muslim bukanlah sekadar memastikan kapan Lailatul Qadar terjadi, melainkan mempersiapkan diri agar setiap malam Ramadhan diisi dengan ibadah dan ketaatan, sehingga keberkahan dan kemuliaan malam tersebut dapat diraih secara optimal.
Mari kita berbondong-bondong untuk memperbanyak pahala dengan beribadah di bulan Ramadhan salah satunya Umroh Ramadhan yang pahalanya setara dengan haji bersama Rasulullah. Bagi Anda yang ingin mendapat pahala tersebut, Anda dapat mempercayakan perjalanan umroh bersama jejak imani.
jejak imani adalah travel haji dan umroh sejak tahun 2012 dengan nama PT JEJAK IMANI BERKAH BERSAMA yang sudah berizin resmi sebagai Penyelenggara Perjalanan Ibadah Umrah (PPIU) dan Penyelenggara Ibadah Haji Khusus (PIHK). Anda juga bisa menanyakanan dan konsultasi dengan tim jejak imani terkait kebutuhan selama ibadah umroh di Tanah Suci.
Wallahua’lam bisshowab
Dilihat 65 kali


