Ingin dapat penawaran khusus untuk Anda? Konsultasi sekarang!

Apa yang Dimaksud Lailatul Qadar di Bulan Ramadhan?

19 January 2026 ditinjau oleh Tim Khidmat jejak imani

article-thumbnail

Lailatul Qadar adalah malam yang selalu dirindukan oleh orang-orang beriman. Ia bukan sekadar satu malam dalam hitungan kalender, tetapi sebuah anugerah ilahi yang sarat dengan rahmat, ampunan, dan keberkahan. Pada malam inilah Allah membuka pintu langit selebar-lebarnya, menurunkan ketetapan-Nya, serta melipatgandakan nilai amal hamba-hamba-Nya. Pembahasan tentang Lailatul Qadar bukan hanya soal kapan, tetapi juga bagaimana hati disiapkan untuk menyambutnya.

Apa itu Lailatul Qadar

Secara bahasa, Lailatul Qadar berarti malam kemuliaan atau malam penentuan. Allah berfirman:

لَيْلَةُ الْقَدْرِ خَيْرٌ مِنْ أَلْفِ شَهْرٍ

“Malam Lailatul Qadar itu lebih baik daripada seribu bulan.” (QS. Al-Qadr: 3)

Para ulama menjelaskan bahwa keutamaan malam lailatul qadar yakni diturunkannya Al-Qur’an, para malaikat turun membawa rahmat dan amal ibadah dilipatgandakan nilainya melebihi ibadah selama seribu bulan.

Kapan Mulai Melakukan Amalan Lailatul Qadar

Amalan untuk meraih Lailatul Qadar dimulai sejak masuk sepuluh malam terakhir Ramadhan. Rasulullah ﷺ bersabda:

تَحَرَّوْا لَيْلَةَ الْقَدْرِ فِي الْعَشْرِ الأَوَاخِرِ مِنْ رَمَضَانَ

“Carilah Lailatul Qadar pada sepuluh malam terakhir Ramadhan.” (HR. Bukhari dan Muslim)

Para ulama menganjurkan untuk menghidupkan seluruh sepuluh malam terakhir dengan shalat malam, tilawah, doa, dan dzikir, agar tidak kehilangan malam yang agung tersebut.

Kapan Terjadinya Lailatul Qadar

Para ulama madzhab sepakat bahwa Lailatul Qadar berada di sepuluh malam terakhir Ramadhan, namun berbeda pendapat tentang penentuan malamnya.

Madzhab Syafi’i berpendapat Lailatul Qadar paling besar kemungkinan terjadi pada malam ke-21 atau ke-23. Imam An-Nawawi berkata:

أَرْجَاهَا عِنْدَ الشَّافِعِيَّةِ لَيْلَةُ إِحْدَى وَعِشْرِينَ

“Yang paling diharapkan menurut ulama Syafi’iyah adalah malam ke-21.”

Madzhab Hanbali dan banyak ulama salaf berpendapat malam ke-27 adalah yang paling kuat. Ubay bin Ka’ab berkata:

وَاللَّهِ إِنِّي لَأَعْلَمُهَا، هِيَ لَيْلَةُ سَبْعٍ وَعِشْرِينَ

“Demi Allah, aku mengetahui malam itu, yaitu malam ke-27.” (HR. Muslim)

Madzhab Maliki dan Hanafi cenderung mengatakan bahwa Lailatul Qadar berpindah-pindah di antara malam-malam ganjil, agar kaum muslimin bersungguh-sungguh menghidupkan seluruh sepuluh malam terakhir.

Perbedaan ini bukan untuk membingungkan, tetapi sebagai hikmah agar seorang hamba tidak hanya beribadah pada satu malam, melainkan mempersembahkan kesungguhan ibadahnya kepada Allah sepanjang 10 hari terakhir Ramadhan. Saat itulah letak rahasia Lailatul Qadar; dicari dengan kesungguhan, disambut dengan kerendahan hati, dan diraih dengan keikhlasan.

Semoga dengan mengetahui lailatul qadar, kita dapat berlomba untuk beribadah di 10 hari terakhir Ramadhan. Salah satu ibadah yang memiliki banyak keutamaan di bulan Ramadhan adalan Umroh Ramadhan yang pahalanya setara dengan haji bersama Rasulullah. Bagi Anda yang ingin mendapat pahala tersebut, dapat mempercayakan perjalanan umroh bersama jejak imani.

jejak imani adalah travel haji dan umroh sejak tahun 2012 dengan nama PT JEJAK IMANI BERKAH BERSAMA yang sudah berizin resmi sebagai Penyelenggara Perjalanan Ibadah Umrah (PPIU) dan Penyelenggara Ibadah Haji Khusus (PIHK). Anda juga bisa menanyakanan dan konsultasi dengan tim jejak imani terkait kebutuhan selama ibadah umroh di Tanah Suci.

Wallahua’lam bisshowab

Dilihat 123 kali